Tim gabungan berupaya memotong pohon yang tumbang akibat angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (5/10/2025). (Foto: BPBD Kabupaten Lumajang).
JAKARTA, (ERAKINI) - Fenomena cuaca ekstrem kembali menerjang sejumlah daerah di Indonesia dan menyebabkan kerusakan cukup parah di berbagai wilayah. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu, 8 Oktober 2025 pukul 07.00 WIB, terdapat tiga kejadian besar yang dilaporkan memiliki dampak signifikan terhadap permukiman warga dan fasilitas umum.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. Berikut ini rinciannya, dilansir dari laman resmi BNPB, Kamis (9/10/2025)!
Insiden pertama tercatat terjadi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Senin, 6 Oktober 2025 sekitar pukul 15.00 WITA. Hujan deras yang disertai angin kencang melanda tiga kecamatan: Bajeng, Pallangga, dan Bontomarannu, menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah warga.
Laporan sementara menyebutkan, sebanyak 265 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat bencana ini. Rinciannya, 140 unit rumah dan 2 fasilitas umum di Kecamatan Bontomarannu mengalami kerusakan; di Kecamatan Bajeng tercatat 50 rumah rusak; dan 75 rumah lainnya rusak di Kecamatan Pallangga.
Sebagai langkah awal penanganan, BPBD Kabupaten Gowa bersama tim gabungan telah turun langsung ke lokasi untuk membersihkan puing-puing dan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi para penyintas.
Di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, cuaca ekstrem kembali menyebabkan kerusakan pada Minggu, 5 Oktober 2025. Hujan lebat yang dibarengi dengan angin kencang melanda kawasan Desa Kalipenggung dan Desa Tunjung, Kecamatan Randuagung.
Data yang diterima BNPB mencatat sebanyak 39 jiwa terdampak. Sebanyak 37 rumah mengalami kerusakan ringan, sedangkan dua unit rumah lainnya rusak sedang. Beberapa pohon tumbang juga dilaporkan menghalangi akses jalan warga.
BPBD Lumajang bergerak cepat dengan melakukan asesmen di lapangan dan berkoordinasi lintas sektor untuk penanganan lanjutan. Hingga Selasa (7/10), sebagian besar rumah warga telah dalam proses perbaikan dan aktivitas masyarakat perlahan kembali normal.
Cuaca ekstrem juga menghantam Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Senin, 6 Oktober 2025 sekitar pukul 14.30 WIB. Kejadian ini terjadi di Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, dengan dampak kerusakan yang cukup meluas.
Sebanyak 55 Kepala Keluarga terdampak. Kerugian mencakup 55 rumah rusak, 1 unit fasilitas pendidikan yang ikut terdampak, serta 2 kandang ayam milik warga yang turut mengalami kerusakan.
Sebagai respons cepat, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Pati bersama aparatur desa langsung dikerahkan untuk melakukan pendataan dan pembersihan wilayah terdampak. Hingga Selasa (7/10/2025), pembersihan material telah rampung dilakukan oleh warga dan aparat secara gotong royong.
Merespons serangkaian peristiwa cuaca ekstrem tersebut, BNPB mengimbau masyarakat di seluruh Indonesia untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, angin kencang, hingga pohon tumbang.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diminta memperkuat sistem peringatan dini serta memastikan ketersediaan sarana dan prasarana tanggap darurat di setiap wilayah. Warga juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat hujan deras disertai petir. Hindari area rawan bencana, dan pastikan selalu mengikuti update informasi resmi dari lembaga terkait seperti BMKG dan BNPB agar dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.