Lirik dan Makna 'Darah Juang', Lagu Legendaris Ciptaan Jhon Tobing
Abdul Rahman Ahdori
SLEMAN, (ERAKINI) - Aktivis sekaligus pencipta lagu legendaris 'Darah Juang' Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau yang dikenal sebagai John Tobing, meninggal dunia pada Rabu (25/2/2026) malam. Kabar duka ini menyisakan kehilangan mendalam, terutama bagi kalangan aktivis dan pegiat gerakan mahasiswa di Indonesia.
Nama John Tobing dikenal luas sebagai sosok di balik lagu 'Darah Juang', sebuah karya yang lekat dengan dinamika gerakan mahasiswa dan perjuangan demokrasi sejak era 1990-an.
Lagu tersebut kerap dinyanyikan dalam berbagai aksi unjuk rasa, forum diskusi publik, hingga momentum refleksi gerakan sosial. Liriknya yang kuat dan penuh semangat perlawanan menjadikan 'Darah Juang' sebagai salah satu lagu perjuangan paling ikonik di Indonesia.
Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (26/2/2026), lagu 'Darah Juang' diciptakan John Tobing sekitar tahun 1991-1992 di sebuah rumah kontrakan sederhana di kawasan Pelem Kecut, Gejayan, Yogyakarta.
Tempat itu kebetulan juga menjadi sekretariat Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (KM UGM), ruang berkumpul dan berdiskusi para mahasiswa yang aktif menyuarakan isu-isu sosial dan politik pada masa itu.
Lagu tersebut lahir dari kegelisahan atas paradoks yang terjadi di Indonesia: negeri yang kaya sumber daya, namun sebagian rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan tekanan. Situasi sosial-politik saat itu membentuk kepekaan sekaligus sikap kritis John Tobing dalam merespons realitas.


















