MADINAH, (ERAKINI) - Penerbangan jemaah haji Indonesia kelompok terbang (kloter) Batam 5 dengan nomor SV 5312 akhirnya tiba di Bandara Madinah pada Selasa (28/4/2026) pukul 20.03 waktu Arab Saudi, setelah mengalami penundaan sekitar satu hari.
Perwakilan tim pendukung Saudi Airlines, Januardi Safri, menjelaskan keterlambatan terjadi akibat kendala teknis pada pesawat yang sebelumnya dijadwalkan mengangkut jemaah.
Ia mengatakan, demi menjamin keselamatan penumpang, maskapai memutuskan menunda keberangkatan dan memberikan akomodasi kepada jemaah selama masa tunggu.
“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama, sehingga pesawat harus dipastikan dalam kondisi laik terbang sebelum diberangkatkan,” ujar Januardi.
Sebagai solusi, maskapai mendatangkan pesawat pengganti jenis Boeing 777-300 dengan konfigurasi serupa yang mampu mengangkut sekitar 445 penumpang.
Selain itu, maskapai juga menyiapkan dua pesawat cadangan untuk mengantisipasi potensi gangguan pada jadwal penerbangan berikutnya. Langkah ini dilakukan sesuai arahan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi agar operasional penerbangan haji tetap berjalan lancar.
Januardi menegaskan keterlambatan hanya terjadi pada kloter Batam 5. Sementara itu, kloter berikutnya, seperti Batam 6 dan Batam 7, tetap diberangkatkan sesuai jadwal dengan memanfaatkan pesawat cadangan tipe Boeing 777-200.
“Upaya ini dilakukan agar tidak terjadi efek domino keterlambatan pada kloter-kloter selanjutnya. Bahkan, untuk Batam 6, jemaah justru tiba lebih awal,” katanya.
Seluruh jemaah kloter Batam 5 dilaporkan tiba di Madinah dalam kondisi sehat.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menambahkan selama masa keterlambatan, jemaah tetap mendapatkan layanan dari maskapai.
“Selama delay, maskapai memberikan hak-hak jemaah berupa penginapan dan konsumsi,” tuturnya.