JAKARTA, (ERAKINI) - Siti Hardijanti Hastuti Rukmana atau Tutut Soeharto, putri sulung Presiden RI ke-2 Soeharto, melayangkan gugatan terhadap Menteri Keuangan RI ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Gugatan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 308/G/2025/PTUN.JKT.
Hingga Kamis (18/9/2025), detail perkara belum tersedia di laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PTUN Jakarta. Belum diketahui pasti alasan Tutut menggugat .
Tutut Soeharto merupakan figur yang menempati posisi penting dalam sejarah politik dan bisnis Indonesia. Tutut Soeharto lahir di Yogyakarta pada 23 Januari 1949. Ia dibesarkan di lingkungan militer.
Nama “Tutut” muncul dari panggilan masa kecilnya, terinspirasi bunyi kereta api “tut-tut-tut” karena ia kerap tidak merespons panggilan “Tuti”.
PendidikandanKiprahSosial
Tutut menyelesaikan pendidikan di SMA Negeri 1 Jakarta dan sempat menempuh kuliah di Universitas Trisakti meski tidak sampai lulus. Dalam perjalanan kariernya, Tutut aktif di berbagai bidang sosial, politik, dan bisnis.
Pada 1992-1998, ia menjabat Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) dan memimpin Yayasan Dharmais, yang dikenal dengan kegiatan sosial, seperti operasi katarak bagi masyarakat di daerah tertinggal.
Bisnisdanpolitik
Di dunia bisnis, ia memimpin Grup Citra Lamtoro Gung, yang memiliki kepentingan di sektor telekomunikasi hingga infrastruktur. Karier politiknya menonjol ketika pada 1996 ia menggantikan ibunya, Siti Hartinah Soeharto, sebagai pelaksana tugas Ibu Negara.
Dua tahun kemudian, di tengah krisis moneter dan gejolak politik Orde Baru, Presiden Soeharto menunjuk Tutut sebagai Menteri Sosial dalam Kabinet Pembangunan VII.
Saat itu, ia meluncurkan program makan gratis bagi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dan memfasilitasi program Takesra/Kukesra untuk pemberdayaan ekonomi rakyat.
Sempatmendirikanpartai
Setelah Soeharto lengser pada Mei 1998, pengaruh politik Tutut meredup. Tutut ditarik dari keanggotaan MPR dan kemudian mendirikan Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), yang sempat mengusungnya sebagai calon presiden pada Pemilu 2004.
Namun, rencana tersebut tidak terwujud karena partainya tidak memenuhi ambang batas suara. Tutut juga pernah bergabung dengan Partai Berkarya yang dipimpin adiknya, Tommy Soeharto.
Tak hanya itu, di bidang bisnis, kiprahnya sempat diwarnai sengketa hukum. Pada 2010, ia menggugat kepemilikan TPI dan berhasil memenangkan gugatan terkait penggunaan nama TPI.
Hobi
Selain aktif di ranah publik, Tutut dikenal memiliki bakat seni. Sejak 1983, ia telah menulis lebih dari 100 lagu dan sajak, beberapa di antaranya dengan nama samaran “Diyanti R”. Atas kontribusinya, ia dianugerahi Bintang Mahaputera Pratama pada 1997.
Kini, di usia 76 tahun, Tutut Soeharto tetap dikenang sebagai bagian penting dari keluarga Cendana dan sejarah politik Indonesia.