BMKG Sebut Potensi Hujan di RI Belum Hilang, Karhutla Perlu Diwaspadai
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Metorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa potensi hujan di Indonesia belum hilang, namun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) perlu diwaspadai.
Sebagaimana dilansir dari laman resminya, pada tanggal 23 Juli 2025 pukul 16.00 WIB terdeteksi adanya sebaran asap di beberapa wilayah Indonesia yaitu di wilayah Sumatera Utara, Riau, dan Kalimantan Barat. Hal itu terdeteksi berdasarkan produk citra satelit Himawari-9 yang dirilis oleh BMKG.
“Berdasarkan Peta Sebaran Titik Panas (Hotspot) dari BMKG tanggal 23 Juli 2025, terdeteksi sejumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia Sumatera dengan 45 titik panas, Kalimantan dengan 17 titik panas,” kata BMKG dikutip dari laman resminya, Senin (28/7/2025).
Untuk wilayah Sumatera, Kalimantan, diketahui bahwa wilayah Sumatera bagian tengah hingga selatan seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Lampung mulai mengalami kekeringan, dengan hari tanpa hujan hingga lebih dari 60 hari. Hal itu dari hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan Berturut-Turut (HTH) dengan update terakhir per tanggal 20 Juli 2025.
Sementara untuk wilayah Kalimantan, kondisi yang hampir sama terjadi di Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Barat, dengan durasi 6-20 hari. Hal ini menunjukan adanya indikasi potensi kebakaran hutan atau lahan yang signifikan di sejumlah daerah di Sumatera dan Kalimantan.















