Dr dr Herbert Situmorang, SpOG, Subsp. FER, FISOG terpilih sebagai Ketua Indonesia Gynecological Endoscopy Society (IGES) periode 2026-2030. Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI) — Dr dr Herbert Situmorang, SpOG, Subsp. FER, FISOG terpilih sebagai Ketua Indonesia Gynecological Endoscopy Society (IGES) periode 2026-2030. Peran baru itu menempatkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang selama ini aktif di bidang bedah reproduksi dan endoskopi ginekologi di garis terdepan pengembangan layanan bedah minimal invasif di Indonesia.
Herbert Situmorang telah menapaki perjalanan panjang di bidang kesehatan reproduksi perempuan. Dari ruang praktik hingga pusat pelatihan endoskopi di Eropa, Herbert mengembangkan keahlian pada bedah minimal invasif, infertilitas, dan penanganan endometriosis. Kini, pengalaman tersebut membawanya pada tanggung jawab baru.
Dirangkum Erakini, Rabu (9/9/2026), Herbert Situmorang merupakan Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi yang berpraktik di RS St Carolus Salemba dan RS YPK Mandiri.
Herbert mengenyam pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara tahun 1991-1994 (TNI 2), sekolah yang dikenal sebagai kawah candradimuka pencetak pemimpin masa depan yang berkarakter, dan berintegritas.
Dari Lembah Tidar, ia kemudian melanjutkan pendidikan kedokteran umum di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan lulus pada 2000. Lima tahun kemudian, ia menuntaskan pendidikan spesialis Obstetri dan Ginekologi di kampus yang sama.
Perjalanannya berlanjut hingga meraih kompetensi sebagai konsultan Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi pada 2015.
Namun, perjalanan akademik tersebut bukan akhir dari prosesnya. Herbert memperdalam keterampilan bedah endoskopi ginekologi melalui pelatihan di berbagai pusat endoskopi terkemuka dunia. Salah satunya adalah pusat endoskopi ginekologi di Clermont-Ferrand, Prancis. Pada 2013-2014, ia memperdalam teknik minimal invasive surgery di bawah bimbingan Prof. Michelle Canis.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan keahliannya, khususnya dalam menangani kasus endometriosis berat atau deep infiltrating endometriosis.
Menekuni Kasus Kompleks
Dalam praktik klinisnya, Herbert menaruh perhatian besar pada bidang infertilitas dan bedah reproduksi. Ia mengembangkan keahlian dalam penggunaan teknik laparoskopi dan histeroskopi untuk menangani berbagai kasus, mulai dari endometriosis, mioma, kista ovarium, infertilitas hingga adenomiosis.
Endoskopi memungkinkan dokter melakukan tindakan melalui teknik minimal invasif dengan sayatan yang lebih kecil dibandingkan pembedahan terbuka. Namun, teknik tersebut membutuhkan kompetensi khusus, terutama ketika berhadapan dengan kasus yang kompleks.
Di titik inilah perjalanan Herbert dalam pendidikan dan pelatihan endoskopi menjadi bagian penting dari profil profesionalnya.
Ia tidak hanya mempelajari teknik tersebut untuk kebutuhan praktik pribadi. Herbert juga aktif membagikan pengetahuan dan keterampilannya kepada dokter lain melalui berbagai simposium dan workshop endoskopi ginekologi di dalam maupun luar negeri.
Dari Klinisi menjadi Penggerak Organisasi Profesi
Kiprah Herbert juga berkembang di luar ruang operasi. Ia aktif dalam organisasi profesi yang bergerak di bidang endoskopi ginekologi.
Ia pernah dan masih menjalankan sejumlah peran dalam organisasi terkait, termasuk Kelompok Kerja Endoskopi Ginekologi POGI (sejak 2018), serta organisasi endoskopi ginekologi nasional dan internasional.
Di tingkat Asia Pasifik, Herbert dipercaya sebagai Ketua Special Interest Group Bedah Reproduksi pada Asia Pacific Initiative on Reproduction (ASPIRE).Ia juga tercatat sebagai anggota organisasi internasional seperti APAGE dan ISGE.
Berbagai posisi tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Herbert tidak hanya berfokus pada pengembangan keahlian klinis, tetapi juga pada upaya membangun ekosistem pendidikan dan pengembangan kompetensi endoskopi ginekologi.
Minat Herbert terhadap kesehatan reproduksi juga menyasar isu kependudukan dan keluarga berencana.
Ia terlibat dalam penyusunan panduan nasional di bidang tersebut, termasuk pengembangan aplikasi KLOP. Pada 2018, Herbert terpilih sebagai President Elect Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI).
Jejak tersebut menunjukkan luasnya perhatian Herbert terhadap kesehatan reproduksi, dari penanganan infertilitas dan penyakit ginekologi hingga persoalan kontrasepsi dan keluarga berencana.
Terpilihnya Herbert sebagai Ketua IGES periode 2026-2030 menjadi babak baru dalam perjalanan profesionalnya. Mandat tersebut datang setelah bertahun-tahun ia berkecimpung dalam praktik klinis, pendidikan, penelitian, organisasi profesi, serta pelatihan endoskopi ginekologi.
Di tengah perkembangan teknologi dan teknik bedah minimal invasif, pengalaman Herbert menempatkannya pada posisi strategis untuk mendorong penguatan kompetensi dokter dan perkembangan endoskopi ginekologi di Indonesia.
Bagi Herbert, ruang pengabdian tidak berhenti di meja operasi. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari berbagai pusat pendidikan dan pelatihan juga menjadi modal untuk ditularkan kepada generasi dokter berikutnya.