Musim Kemarau Meluas, BMKG Imbau Masyarakat di 13 Wilayah Siaga Angin Kencang hingga 13 Juli 2026
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Meski musim kemarau terus meluas di berbagai daerah, masyarakat diminta tidak lengah terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan adanya potensi hujan lebat, angin kencang, petir, hingga cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia selama periode 10–13 Juli 2026.
Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca nasional pada umumnya didominasi langit cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, sejumlah daerah masih berpotensi mengalami peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang perlu diwaspadai.
Wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang meliputi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. Sementara itu, BMKG menetapkan status Siaga untuk wilayah Papua Selatan akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu berbagai dampak hidrometeorologi.
Selain ancaman hujan, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang diprakirakan melanda sejumlah daerah, antara lain:
1. Aceh
2. Banten
3. Jawa Barat
4. Bali
5. Kalimantan Barat
6. Kepulauan Bangka Belitung
7. Maluku
8. Maluku Utara
9. Nusa Tenggara Timur
10. Sulawesi Selatan
11. Sulawesi Tengah
12. Sulawesi Utara
13. Papua Barat Daya
Memasuki Juli 2026, BMKG mencatat musim kemarau terus meluas di berbagai wilayah Tanah Air. Bahkan, sebagian daerah mulai memasuki fase puncak musim kemarau.
Data terbaru menunjukkan sekitar 48,9 persen wilayah Indonesia, atau setara 342 Zona Musim (ZOM), telah memasuki musim kemarau pada awal Juli 2026. Angka tersebut meningkat sekitar 11,3 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) juga menunjukkan tren peningkatan. Sebanyak 329 titik pengamatan atau sekitar 6,77 persen dari total lokasi pemantauan tercatat mengalami kategori Hari Tanpa Hujan sangat panjang, yakni berkisar antara 31 hingga 60 hari berturut-turut tanpa hujan.
Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa musim kemarau semakin menguat di sejumlah wilayah Indonesia, meskipun potensi hujan masih tetap ada akibat dinamika atmosfer yang terus berkembang.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri dari paparan sinar matahari yang semakin intens selama musim kemarau. Penggunaan tabir surya, topi, payung, serta menjaga kecukupan cairan tubuh menjadi langkah penting, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

















