Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno (Foto: kanal YouTube Adi Prayitno).
JAKARTA, (ERAKINI) - Pengamat politik Adi Prayitno menilai Purbaya Yudhi Sadewa menjadi menteri yang paling aman dicopot Presiden Prabowo Subianto karena tidak mewakili kepentingan partai politik mana pun.
Hal itu disampaikan Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) tersebut saat menanggapi pergantian Menteri Keuangan dari kepada yang dilantik Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta pada Senin (14/9/2026).
Adi mengatakan, pencopotan Purbaya dari jabatan Menteri Keuangan tidak lepas dari pertimbangan politik, terutama karena Purbaya tidak memiliki keterikatan dengan partai politik tertentu.
"Tentu secara politik, Purbaya itu adalah menteri yang paling safety, paling aman kalau dicopot. Karena tidak mewakili kepentingan partai politik mana pun," kata Adi seperti dikutip dari kanal YouTubeAdiPrayitno, Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, kondisi berbeda akan terjadi apabila menteri yang dicopot merupakan kader atau representasi partai politik yang berada dalam koalisi pemerintah.
"Kalau Purbaya mewakili salah satu menteri partai yang saat ini berada di koalisi pemerintah, tentu treatment-nya agak hati-hati karena ini menyangkut soal stabilitas, karena ini menyangkut dukungan politik terhadap pemerintah," tuturnya.
Adi menilai, pencopotan menteri yang memiliki keterkaitan dengan partai politik perlu mempertimbangkan stabilitas dan dukungan politik terhadap pemerintahan.
Adi kemudian menyinggung kemungkinan adanya menteri lain yang juga menuai kontroversi, tetapi belum diganti. Adi menilai, pertimbangan menjaga stabilitas dan dukungan politik menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi keputusan reshuffle.
"Maka tidak mengherankan ketika misalnya ada sejumlah menteri yang itu menteri berasal dari partai politik, sekalipun ada gonjang-ganjing, terima amplop lah kira-kira begitu, sering kontroversial dan komunikasi publiknya tidak bagus," kata dosen FISIP UIN Jakarta ini.
"Kenapa misalnya tidak reshuffle hari ini? Tentu salah satu faktornya adalah menjaga stabilitas dan dukungan politik terhadap pemerintah hari ini," lanjutnya.
Adi menegaskan, Purbaya tidak mewakili partai politik mana pun sehingga dinilai tidak memiliki dukungan politik kepartaian.
"Purbaya tidak mewakili partai politik mana pun. Purbaya dinilai tidak memiliki afiliasi dan punya backup politik secara kepartaian," ujarnya.
Tak hanya itu, Adi menyebut pergantian Purbaya terkesan mendadak karena tidak memiliki implikasi politik kepartaian yang signifikan. Dia melihat, pergantian tersebut tidak terlalu berdampak terhadap dukungan, soliditas, dan konsolidasi politik pemerintah karena Purbaya bukan representasi partai politik.
"Karena Purbaya tidak kelewat memiliki implikasi politik yang cukup signifikan terkait dengan dukungan, soliditas, dan tentu saja konsolidasi terkait dengan kekuasaan politik hari ini. Jadi itulah yang kemudian menjadi realitas faktual di negara kita," ujarnya.
Adi menyimpulkan, reshuffle kabinet tidak hanya berkaitan dengan kinerja menteri, tetapi juga dapat dipengaruhi pertimbangan stabilitas politik.
"Bahwa sebenarnya reshuffle dalam banyak hal tentu ada faktor-faktor yang terkait dengan stabilitas politik. Itulah yang tadi saya sebutkan," kata Adi.