Prof Ishom Dukung Manifesto Suci Menag untuk Penyelenggaraan Haji 1446 H
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Guru Besar UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Dr Muhammad Ishom, menyatakan dukungannya terhadap komitmen Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar dalam penyelenggaraan haji tahun 1446 Hijriah. Ia menilai, penyelenggaraan ibadah haji kali ini menjadi momentum penting sekaligus terakhir bagi Kementerian Agama sebelum seluruh kewenangan dialihkan ke Badan Penyelenggara Haji atau BP Haji.
“Manifesto suci yang disampaikan Menag sangat relevan, karena ini menjadi penanda keseriusan pemerintah menjaga integritas ibadah haji sebagai rukun Islam kelima,” ujar Prof Ishom dalam keterangan tertulisnya, Ahad (11/5/2025).
Cetak Biru Layanan Suci
Prof Ishom menjelaskan, manifesto suci tidak hanya menjadi seruan moral, melainkan panduan strategis bagi seluruh pemangku kepentingan haji. Ia menjadi cetak biru kebijakan, sekaligus dasar evaluasi kinerja dan arah perbaikan berkelanjutan.
“Yang terpenting, ini memberi pesan kuat bahwa pemerintah ingin meninggalkan warisan tata kelola haji yang bermartabat sebelum tugas itu dialihkan,” kata Prof Ishom.
Sejumlah langkah konkret pun telah dilakukan Kemenag untuk mendukung semangat manifesto tersebut. Di antaranya, penetapan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) yang lebih transparan dan efisien. Tahun ini, jemaah hanya membayar sekitar Rp55 juta, lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya.


















