Puisi-Puisi Mulyadi J. Amalik
Mulyadi J. Amalik
Miniatur Haji di Taman Ismail Marzuki
Aku berlari-lari kecil memanggil Tuhan
antara PDS HB Jassin ke masjid Amir Hamzah
menapak tilas perseteruan Manifes melawan Lekra.
Kutekuni puasa Arafah menahan haus dan lapar
menunggu kurban dari depot buku Jose Rizal Manua.
Kusembelih jiwa kehewananku di Teater Arena
sembilu pementasan memotong segala pongah
sebagian orang ramai mengantre bioskop Kineforum.
Aku mengantre surga Gedung Panjang usai mengaji puisi
dari Planetarium terlihat massa manusia bagai domba
Mereka berbaris mendatangi Tuhan bergegas mencuci dosa.
Aku hadir di kerumunan sana luluh sebagai peserta
Peneleh, Surabaya, 19 Juni 2024
Petuahmu Tertanam Padaku
Lorong gua gelap gulita,
ialah sepertiga malam kudus.
Engkau menggigil menerima perintah,
ialah perjalanan melintasi jahiliyah.
Oh, Muhammad Rasulallah.
Engkau difitnah menebar hoaks,
ialah firman Allah dituduh puisi.
Engkau disangka sekutu setan,
ialah sabdamu dihujat mantera.
Wahai, Rasulallah pesuruh Allah.
Doa umatmu bertebaran memujimu,
sebanding tipu-daya menistakanmu
sudahlah waktu tiba zaman renta
aduhai, Rasulallah pengabar gembira
Aku tegak lurus jadi benteng-perisaimu
tiada perang pedang memancung
tak setitik luka darah tertumpah
sepenuh akal sehat kualirkan jalan cinta
Ya Rasulallah, petuahmu tertanam padaku
Peneleh, Surabaya, 23 September 2024


















