Menggelegar! Sosiawan Leak Hentakkan Puisi 'Ziarah Palestina'
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Penyair asal Solo Jawa Tengah, Sosiawan Leak membawakan puisi ‘Ziarah Palestina’ dan dibacakan dengan lantang seperti biasanya dalam acara Untaian Doa dan Puisi untuk Palestina yang digelar oleh Kementerian Agama (RI) di Usmar Ismail Hall, Jakarta Selasa (2/1/2024) malam.
Berikut Puisi ‘Ziarah Palestina’ oleh Sosiawan Leak:
Palestina, Palestina!
kupanggili namamu palestina namamu palestina
ketlisut di antara hegemoni negara-negara adidaya, pertikaian politik, krisis kemanusiaan, dan konflik agama
mereka merajang-rajang kemolekanmu
menjadi serpihan-serpihan pilu
tanpa menyisakan setetes pun air susu
bagi putra-putrimu
sejak resolusi 181 diratifikasi hingga zionis berdiri
sejak proklamasi di aljazair digurat penyair
hingga deklarasi oslo mangkir
tubuhmu kian kurus kering
dikapling-kapling, diembat maling
mahligai kehormatanmu koyak-moyak
ditetak panji-panji pertempuran yang norak panji-panji pertempuran yang norak
meski atas nama kepentingan bangsa atau ketertiban dunia
tapi kerap gagal mengabarkan hakikat manusia
menguburkan sekarat jiwa-jiwa
cuma berupa angka atau deretan nama-nama
dari masa ke masa
sementara para orang tua
menuliskan nama bocah-bocah yang tersisa
di kaki, tangan, perut, dan anggota badan agar bisa diantar pulang
kelak kala tanpa nyawa, ditemukan
sedang masjid, gereja, dan sinagoga
malih rumah pembeda
bagi ahli ibadah dan pendoa
mana yang terhormat dan utama
mana yang terlaknat dan sia-sia
palestina, palestina!
kudedah namamu palestina namamu palestina
sejak ibrahim lahir di babilonia
mengamanahi ismail masjidil haram ismail masjidil haram
menganugerahi ishak masjidil aqsa
sampai ketika yudea membantai para nabi,
menuduh maria tak lagi suci
seperti dulu mereka membangkang musa
seperti dulu menerima ampunan,
sembari mengasah dendam
jadi, apa yang bisa diharapkan
dari monster jelmaan kehancuran
serta luluh lantak peradaban silam?
peradaban yang melahirkan asyiria palestina
peradaban yang membiarkan noda bertahta di bukit masada peradaban yang menciptakan mesin holocaust menggila
maka, tiba saatnya dinosaurus purba
dengan topeng agama, brutal mengusir warga mencaplok tanah, membangun tembok pemisah menguntal tempat tinggal dan rumah sakit
menodai kesucian gereja serta masjid
merusaknya jadi pusat hiburan dan diskotik
maka, tiba saatnya
penyandera konvensi, menyemburkan okupasi pelanggar resolusi, memekikkan aneksasi
pengkhianat hak asasi, meneriakkan kolonialisasi hingga genosida bagi bangsa palestina!
palestina, palestina!
kuziarahi namamu palestina
kuziarahi dari uhda al umariyah
yang menjamin kebebasan beragama
perlindungan bagi salib, gereja, dan sinagoga
sekalian peribadatan di bait suci dan tembok ratapan
kuziarahi dari perjanjian ramallah
yang menjaga keamananan kristen dan islam
dengan amanah
kuziarahi dari abdul hamid bertahta
keyakinan boleh berbeda, tapi hidup tetap rukun, damai, dan sentosa
palestina, palestina...
kini, kutemu kamu
sebagai tanah suci para nabi
yang tak henti-henti ditikam tragedi
rahmatan lil alamin mengalun dari al huda
cinta kasih injil masih setia menggema
ketaatan taurat tetap membahana
namun roket dan rudal kian barbar di angkasa mengundang pesta api dan ledakan di tiap sudut kota asap hitam membekap anak-anak dan wanita
benci dendam meledak di setiap kepala
palestina, palestina...
puing-puing dan reruntuhan bangunan menjelma meja perjamuan bagi sejarah kebiadaban
yang tak pernah purna
diproduksi makhluk tuhan paling mulia
palestina, palestina
kuburan untuk anak-anak
neraka bagi orang dewasa!
Sosiawan Leak, Solo, 27 desember 2023
Dalam acara Untaian Doa dan Puisi untuk Palestina, turut hadir pula Penyair Indonesia lainnya yaitu, KH Mustofa Bisri (Gus Mus), KH Zawawi Imron, Sutardji C Bachri, Ine Febriyanti, Olivia Zalianty. Merek juga membawakan puisi dengan diiringi oleh Sastro Adi dan NU Quartet dan Deavis Sanggar Matahari.

















