JAKARTA, (ERAKINI) – Sadio Mane tampil sebagai pahlawan Senegal setelah mencetak gol tunggal yang mengantar Lions of Teranga menyingkirkan Mesir pada babak semifinal Piala Afrika 2025, di Grand Stade Tangier, Kamis (15/1/2026) dini hari.
Gol Mane tercipta pada menit ke-78 melalui tembakan akurat dari tepi kotak penalti yang tak mampu dibendung kiper Mesir, Mohamed El Shenawy. Hasil ini memastikan Senegal melangkah ke partai final AFCON 2025.
Dilansir CAF Online, sejak awal pertandingan duel berlangsung ketat. Mesir memilih bertahan rapat dengan blok rendah, sementara Senegal mendominasi penguasaan bola namun kesulitan menembus lini pertahanan lawan. Peluang berbahaya pertama hadir pada menit ke-19 melalui tembakan Nicolas Jackson dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melambung di atas mistar.
Petaka bagi Senegal terjadi pada menit ke-23 ketika kapten Kalidou Koulibaly harus ditarik keluar akibat cedera. Bek tengah berpengalaman itu sebelumnya menerima kartu kuning yang membuatnya dipastikan absen pada laga final. Hingga babak pertama berakhir, kedua tim belum mampu memecah kebuntuan.
Memasuki babak kedua, Senegal memasukkan Lamine Camara menggantikan Habib Diarra. Sementara Mesir memainkan Trezeguet untuk menggantikan Ahmed Fatouh. Pola permainan tak berubah, Senegal terus menekan dan Mesir bertahan dengan disiplin tinggi.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-78. Memanfaatkan ruang di depan kotak penalti, Mane melepaskan tembakan terukur yang mengarah ke sudut gawang Mesir. Senegal pun unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Mesir mulai berani keluar menyerang dan meninggalkan celah di lini belakang. Senegal hampir menggandakan keunggulan melalui Pape Gueye pada menit ke-82, namun sepakannya masih melambung.
Mesir baru mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama mereka pada masa injury time menit ke-90+5, tetapi peluang tersebut dengan mudah diamankan kiper Senegal, Edouard Mendy.
Kemenangan ini membawa Senegal ke final AFCON untuk ketiga kalinya dalam empat edisi terakhir sejak 2019. Di partai puncak, Mane dan kolega akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Nigeria dan tuan rumah Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
“Kami bermain sebagai satu tim sejak awal. Kami menghindari kesalahan individu dan pelanggaran yang tidak perlu. Saya pikir kami mengontrol pertandingan dengan baik dan pantas meraih kemenangan. Semua tim di final nanti sangat kuat, dan kami akan berusaha tampil sebaik mungkin,” ujar Sadio Mane yang keluar sebagai Man of the Match, usai pertandingan.
Pelatih Senegal Pape Thiaw mengaku sangat bahagia bisa mencapai final. Sebab ini bukan pertandingan yang mudah melawan tim sekelas Mesir. "Para pemain menunjukkan determinasi tinggi di lapangan. Sekarang kami akan fokus mempersiapkan final dan memberikan yang terbaik,” katanya.