JAKARTA, (ERAKINI) – Mikel Arteta menegaskan tidak ada kata seri, apalagi kalah, saat timnya Arsenal datang ke Etihad Stadium menghadapi Manchester City dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (19/4/2026) malam. Mikel Arteta menyebut timnya hanya memiliki satu target, yakni menang.
Arsenal datang dengan keunggulan enam poin di puncak klasemen. Hasil imbang memang cukup untuk menjaga jarak dari kejaran tim asuhan Pep Guardiola. Namun, peluang memperlebar keunggulan menjadi sembilan poin dinilai terlalu berharga untuk dilewatkan. Maka itu, The Gunners tidak akan bertahan demi mencari hasil aman.
“Kami sudah pantas berada di posisi ini, bersaing dan memiliki peluang untuk menang pada hari Minggu, melawan tim dan pelatih terbaik yang pernah ada di liga ini. Ini sebuah kehormatan besar dan kami tidak sabar untuk bermain,” ujar Arteta dalam konferensi pers, dilansir laman resmi klub.
“Kami mempersiapkan setiap pertandingan untuk menang. Kami tidak akan menghabiskan waktu untuk memikirkan hasil imbang. Ini adalah peluang besar bagi kami,” lanjutnya.
Pelatih asal Spanyol itu juga menyoroti pentingnya mentalitas dalam laga krusial perebutan gelar ini. Menurutnya, selain kualitas teknis, kekuatan mental akan menjadi faktor penentu.
“Kami akan menghadapi lawan yang sangat kuat. Tapi kami sudah melalui banyak situasi selama sembilan bulan terakhir dan tahu apa yang harus dilakukan,” katanya.
“Semua aspek penting dalam pertandingan, termasuk teknik. Namun mentalitas juga memainkan peran besar, dan kami telah berkembang pesat di area itu. Kami harus menunjukkannya lagi pada hari Minggu,” tambahnya.
Sementara itu, Guardiola sebelumnya menyebut peluang juara Manchester City bisa berakhir jika Arsenal mampu mencuri tiga poin di laga ini. Menanggapi hal tersebut, Arteta memilih tetap realistis.
“Masih ada enam pertandingan tersisa. Laga ini memang penting dan bisa memengaruhi persaingan, tapi setelah ini masih banyak pertandingan sulit yang harus dijalani semua tim,” ucapnya.
Arteta pun menilai tekanan dalam perburuan gelar justru harus menjadi energi tambahan bagi timnya.
“Ketegangan itu harus menjadi vitamin bagi kami. Itu yang membuat kami terus berkembang, lebih lapar, dan lebih bersemangat, tentunya tanpa menjadi sesuatu yang negatif,” tukasnya.