Sistem bus selawat akan melayani jemaah selama 24 jam, mengantar dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya tanpa dipungut biaya alias gratis dan tanpa tip.
Akses transportasi bus selawat dirancang dekat dan mudah dijangkau. Rata-rata jarak antara hotel dan halte bus selawat kurang dari 100 meter, sehingga memudahkan jemaah.
Setiap halte melayani dua hingga tiga hotel, bahkan lebih, tergantung kepadatan jemaah. Ia menegaskan, jemaah tidak harus menuju kantor sektor untuk mengakses layanan transportasi.
Kemenhaj memastikan seluruh layanan terkhusus layanan transportasi, akomodasi hingga konsumsi di Makkah telah disiagakan untuk melayani jemaah haji Indonesia.
Kepala Bidang Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Mujib Roni mengimbau jemaah untuk selalu membawa kartu bus yang mencantumkan nomor rute dan tujuan
Muchlis menjelaskan bahwa bus Selawat merupakan salah satu layanan penting yang disediakan PPIH bagi jemaah haji selama berada di Tanah Suci.
Bus salawat yang selama ini digunakan untuk moda transportasi jemaah haji Indonesia selama di Makkah akan berhenti beroperasi mulai 11 sampai 19 Juni 2024.