Pengeboman Israel di Jalur Gaza, Palestina, terus berlanjut meski dalam suasana Hari Raya Idulfitri. Bahkan, gempuran Israel pada Lebaran pertama menewaskan puluhan orang.
Serangan Israel telah menewaskan hampir 50 warga Palestina di Gaza menjelang Lebaran Idulfitri 2025, dalam 24 jam terakhir.
Israel melancarkan serangan udara ke Jalur Gaza pada Rabu (27/3/2025). Setidaknya total ada 23 warga Palestina yang meninggal akibat serangan tersebut.
Ramadan ke-25, 100.000 warga Palestina melaksanakan salat Tarawih di Masjid Al-Aqsa.
Ratusan warga Palestina meneriakkan slogan-slogan anti-Hamas dalam sebuah protes di Gaza utara pada hari Selasa (25/3/2025). Mereka menyerukan diakhirinya perang dengan Israel.
Ngeri! Serangan Israel di Gaza kembali bunuh 23 warga Palestina dalam semalam.
Israel akan terus menyerang target-target Hamas di Gaza untuk memastikan kembalinya para sandera, menurut seorang penasihat senior Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Sabtu (22/3/2025).
Serangan Israel di Jalur Gaza selatan menewaskan 19 warga Palestina, termasuk seorang pemimpin politik senior Hamas Salah Bardawil.
590 lebih warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel di Gaza sejak hari Selasa lalu saat Israel melanggar gencatan senjata dengan Hamas.
Israel kembali brutal menggempur Gaza. Terbaru, sebanyak 70 warga Palestina tewas dalam serangan Israel di Gaza, Rabu (19/3/2025). Kini total ada 436 orang tewas.
Jumlah korban tewas di Jalur Gaza meningkat jadi 413 orang warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak usai usai Israel melakukan serangan pada Selasa (18/3/2025).
Ketua Umum Pagar Nusa, Muchamad Nabil Haroen, mengatakan bahwa Indonesia terkhusus Nahdlatul Ulama mendukung kemerdekaan Palestina dan mengecam tindakan yang dilakukan Israel.
Tak bosan-bosan, akademisi UI mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menyuarakan dukungan terhadap Palestina di media sosial.
Gus Yahya meyakini dukungan Indonesia untuk Palestina merupakan amanat pendirian NKRI.
Penasihat Presiden Palestina, Mahmoud Al-Habbash, menegaskan bahwa rakyat Palestina akan terus bertahan di tanah air mereka yang telah dihuni sejak 6.000 tahun lalu.