Menhan Israel Umumkan Bakal Perluas Operasi Militer di Gaza, Desak Hamas Kembalikan Sandera
Akhmad Baihaqi Arsyad







Katz, mengumumkan perluasan besar operasi militer di Gaza tersebut pada hari Rabu (2/4/2025) dengan mengatakan bahwa sebagian besar wilayah kantong itu akan direbut dan ditambahkan ke zona keamanan Israel.
Katz dalam sebuah pernyataan mengatakan akan ada evakuasi besar-besaran penduduk dari wilayah yang sedang bertempur. Pihaknya akan mendesak warga Gaza untuk melenyapkan Hamas dan mengembalikan sandera Israel sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri perang.
Namun, Katz tidak menjelaskan berapa banyak tanah yang ingin direbut Israel. Adapun Israel telah mendirikan zona penyangga yang signifikan di Gaza, memperluas wilayah yang ada di sekitar tepian kantong itu sebelum perang dan menambahkan wilayah keamanan yang luas di apa yang disebut koridor Netzarim di tengah Gaza.
Pada saat yang sama, para pemimpin Israel mengatakan bahwa mereka berencana untuk memfasilitasi kepergian sukarela warga Palestina dari kantong itu, setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan agar daerah itu dievakuasi secara permanen dan dibangun kembali sebagai resor pantai di bawah kendali AS.
Israel melanjutkan serangan udara di Gaza dan mengirim pasukan darat kembali bulan ini, setelah dua bulan relatif tenang menyusul berakhirnya gencatan senjata yang didukung AS untuk memungkinkan pertukaran sandera yang ditahan Hamas dengan tahanan Palestina di penjara Israel.
Upaya yang dipimpin oleh mediator Qatar dan Mesir untuk kembali ke jalur pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang belum menghasilkan kemajuan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan penerapan tekanan militer adalah cara terbaik untuk mendapatkan kembali 59 sandera yang tersisa.
