Ribuan paket sembako dan perlengkapan sekolah dibagikan kepada warga dan pelajar, mulai dari tas, alat tulis, hingga sepatu.
Lembaga PBB memiliki pengalaman panjang dalam pemulihan pascabencana di Aceh, terutama setelah tsunami besar pada 2004.
Kiai Nurul menyoroti pentingnya memperkuat upaya pencarian, penyelamatan, serta penyaluran bantuan yang saat ini terus dilakukan berbagai pihak, mulai dari PBNU, BNPB, TNI, Polri.
Gerakan Nurani Bangsa menilai bencana yang terjadi merupakan cerminan atas kebodohan, ketidakpedulian, dan keserakahan manusia terhadap kelestarian alam.
Gus Yahya menyebut bencana berturut-turut yang menelan korban jiwa, menyebabkan luka-luka, serta merusak permukiman masyarakat sebagai ujian berat yang harus dihadapi dengan sikap empati dan kebersamaan.