Serangan tentara Israel pada Selasa (18/3/2025) telah menewaskan sedikitnya 100 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya dengan serangan udara intensif di berbagai tempat di Gaza.
Serangan Israel menewaskan 15 warga Palestina di Jalur Gaza. Israel menyebut serangannya menargetkan teroris.
Setidaknya sembilan orang tewas dalam serangan pesawat nirawak Israel yang menargetkan tim bantuan kemanusian di Beit Lahiya, Gaza utara.
G7 kembali menyerukan dikirimnya kembali bantuan untuk Gaza tanpa hambatan dan gencatan senjata permanen antara Israel dengan Hamas.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump berubah, kini menyebut bahwa tidak ada yang mengusir warga Palestina dari Gaza.
Israel lakukan penghentian sementara pengiriman bantuan ke Gaza dan memutus pasokan listrik ke wilayah tersebut. Akibatnya, kondisi wilayah kantong Palestina itu makin buruk.
Tim Israel berangkat ke Qatar untuk melakukan pembicaraan yang bertujuan untuk memperpanjang gencatan senjata Gaza yang rapuh, setelah Israel memutus pasokan listrik wilayah Palestina.
Gencatan senjata di Gaza, negosiasi sedang berlangsung antara para mediator Mesir, Qatar dan AS dengan Israel. Hamas saat ini sedang menunggu hasilnya.
Para menteri luar negeri Prancis, Jerman, Italia dan Inggris menyatakan dukungan terhadap rencana rekonstruksi Gaza yang didukung Arab untuk dengan biaya $53 miliar.
Negara-negara muslim menyatakan mendukung usulan balasan Liga Arab terhadap rencana kontroversial Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Gaza dan menggusur penduduknya.
Hamas mengatakan, ancaman berulang dari Presiden AS Donald Trump terhadap warga Palestina adalah dukungan bagi PM Israel Benjamin Netanyahu untuk menarik diri dari gencatan senjata.
Kabinet Arab Saudi menegaskan dukungan penuh terhadap keputusan KTT Luar Biasa Liga Arab di Kairo yang menolak pengusiran warga Palestina dari tanah mereka.
Menandingi Donald Trump, rancangan komunike KTT Arab mengadopsi rencana Mesir untuk masa depan Gaza. Proposal tandingan Arab ini terdiri dari 3 fase. Simak di sini!
Indonesia mengecam upaya Israel dalam melemahkan kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza.
Israel kembali bunuh 2 warga Palestina di Gaza di tengah kebuntuan gencatan senjata dengan Hamas, Senin (3/3/2025).