GKB-NU menilai eskalasi konflik tersebut berpotensi memicu perang berskala luas yang mengancam stabilitas global serta masa depan kemanusiaan.
Hery menilai hegemoni Amerika Serikat tidak lagi berada pada puncaknya dan kini bergerak menuju sistem dunia yang lebih multipolar.
GKB-NU menilai keikutsertaan Indonesia justru merupakan langkah multilateral yang sah dan strategis, sejalan dengan mandat internasional.
Inisiator GKB-NU, Hery Haryanto Azumi, mengatakan bahwa Board of Peace tidak dapat dilepaskan dari konfigurasi politik global yang lebih luas, khususnya keterkaitannya dengan Abraham Accords.
Inisiator GKB-NU, Hery Haryanto Azumi, mengatakan bahwa tradisi menjadikan ulama sebagai payung penyelesaian masalah harus terus dipertahankan dan diperkuat.