Search

KH Ma’ruf Amin Dorong Peningkatan Market Share Ekonomi Syariah, Sebut Pangsa Pasar Nasional Bisa Tembus 75%

JAKARTA, (ERAKINI) - Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma'ruf Amin, mendorong percepatan penguatan ekonomi syariah di Indonesia dengan meningkatkan pemanfaatan layanan keuangan berbasis syariah oleh masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam sebuah pertemuan yang digelar oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) yang dikemas di acara buka puasa bersama baru-baru ini.

Acara yang diselenggarakan dengan dukungan Bank Syariah Indonesia tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, pengurus baru MES, serta berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Menurut KH Ma’ruf Amin, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali peran MES sebagai salah satu penggerak utama pengembangan ekonomi syariah nasional. Organisasi ini, kata dia, memiliki posisi strategis dalam memperluas ekosistem serta mendorong penerapan prinsip syariah di tengah masyarakat.

“Sekarang institusinya sudah ada, regulasinya sudah ada, dan gerakannya juga sudah ada. Fokus kita selanjutnya adalah bagaimana mendorong masyarakat benar-benar menggunakan layanan tersebut agar market share ekonomi syariah meningkat,” ujar Kiai Ma’ruf Amin.

Dalam sekitar 25 tahun terakhir sejak dimulainya Gerakan Ekonomi Syariah (GRES), lanjut dia, Indonesia telah berhasil membangun fondasi ekonomi syariah melalui berbagai regulasi dan kehadiran lembaga keuangan syariah. Tantangan berikutnya, kata dia, adalah memperluas penerapan ekonomi syariah di tingkat masyarakat atau yang disebut sebagai upaya ‘mensyariahkan ekonomi masyarakat’.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf juga mengingatkan pentingnya komitmen umat Islam dalam menjalankan prinsip syariah tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam aktivitas ekonomi dan keuangan. “Dulu kita tayamum karena belum ada pilihan. Sekarang bank syariah dan asuransi syariah sudah tersedia. Ibarat air sudah ada, maka tayamumnya batal. Umat Islam harus mulai beralih ke muamalah yang sesuai dengan prinsip syariah,” katanya.

Lebih lanjut, Kiai Ma’ruf mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah nasional. Ia optimistis dengan dukungan bersama, pangsa pasar ekonomi syariah Indonesia dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade mendatang. “InsyaAllah dalam 25 tahun ke depan kita bisa mencapai pangsa pasar ekonomi syariah yang jauh lebih besar, bahkan bisa sekitar 75 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat MES, Rosan P. Roeslani, menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Rosan juga menyoroti dinamika global yang tengah berlangsung, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ia menilai, kondisi tersebut berdampak pada stabilitas ekonomi global, mulai dari ketidakpastian harga energi hingga volatilitas pasar keuangan.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti sekarang, kita membutuhkan fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional karena membawa nilai keadilan, keseimbangan, serta keberpihakan kepada sektor riil,” ujar Rosan.

Menurut Rosan, pengembangan ekonomi syariah membutuhkan kolaborasi luas seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, akademisi, ulama, hingga organisasi masyarakat. “Ketika seluruh pemangku kepentingan dapat berjalan bersama dalam satu semangat yang sama, kita akan mampu membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.

Rosan yang juga menjadi Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tersebut juga mengungkapkan bahwa struktur kepengurusan baru MES masih dalam tahap finalisasi penyusunan dan ditargetkan dapat selesai dalam waktu dekat untuk dapat segera diumumkan secara resmi. “Kepengurusan tersebut diharapkan membuat organisasi bergerak lebih dinamis, kolaboratif, dan berdampak bagi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,” pungkasnya.

Kemudian, Ketua Harian PP MES, Ferry Juliantono, turut menilai masa depan ekonomi syariah tidak hanya bertumpu pada sektor keuangan syariah dan industri halal. Ekonomi syariah perlu masuk lebih dalam ke sektor riil sebagai kekuatan produksi, perdagangan, dan distribusi di tengah masyarakat.

Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koperasi, Ferry juga menyoroti potensi besar koperasi pondok pesantren sebagai motor penggerak ekonomi umat. Pesantren dinilai memiliki ekosistem yang kuat, mulai dari sumber daya manusia, komunitas yang solid, hingga kebutuhan ekonomi yang nyata. “Dari pesantren kita bisa membangun model pengembangan sektor riil ekonomi syariah, mulai dari produksi hingga jejaring usaha yang berkelanjutan,” pungkasnya.