Search

Kiprah Mega Satria, Alumni SMA Taruna Nusantara yang Kini Duduk di Kursi Direktur Keuangan Pertamina

JAKARTA, (ERAKINI) — PT Pertamina (Persero) kini memiliki Direktur Keuangan yang baru, yakni Mega Satria, menggantikan Emma Sri Martini. Masuknya Mega Satria menambah daftar alumni SMA Taruna Nusantara di perusahaan energi kelas dunia itu menjadi lima orang.

Sebelumnya, sudah ada Simon Aloysius Mantiri yang didapuk di pucuk pimpinan sebagai Direktur Utama (lulusan 1998/TN 6), Wakil Direktur Utama Oki Muraza (lulusan 1996/TN 4), Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Agung Wicaksono (lulusan 1995/TN 3), serta Direktur Sumber Daya Manusia Andy Arvianto (lulusan 1998/TN 6). Adapun Mega Satria merupakan alumni SMA Taruna Nusantara tahun 1995 (TN 3).

Mega Satria dikenal memiliki pengalaman teruji di perbankan multinasional dari tiga negara, serta mengelola keuangan perusahaan di sektor udara (penerbangan), laut (pelabuhan), darat (pertambangan), hingga migas. Mega Satria sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga.

Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Citilink Indonesia, Direktur Keuangan dan SDM anak perusahaan IPC PT Pengembang Pelabuhan Indonesia, Direktur Keuangan PT Bukit Asam Tbk, serta Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC.

Profil Mega Satria
Dirangkum Erakini, Kamis (5/2/2026), Mega Satria lahir di Pekanbaru, 23 Oktober 1977. Ia memperoleh gelar Sarjana Administrasi Bisnis (S1) dari Wichita State University, Amerika Serikat (AS), pada 1998. Mega kemudian melanjutkan studi S2 di Loyola University of Chicago, AS, dan meraih gelar Magister Administrasi Bisnis (MBA) pada 1999.

Mega memulai perjalanan karier profesionalnya pada 1999 di industri perbankan, tempat ia berkiprah sekitar 10 tahun. Kariernya dimulai sebagai Treasury Finance Head di HSBC Jakarta (1999–2000). 

Ia kemudian diangkat sebagai Assistant Vice President Asset Product Manager di ABN AMRO Bank (2000–2004), dilanjutkan sebagai Head of Business Development & Sales Distribution di Bank Danamon Syariah (2004–2006), Head of Country Sales & Business Development di Deutsche Bank (2006–2008), serta Executive Vice President of Business Development & National Distribution di Sampoerna Strategic (2008–2012).

Selanjutnya, ia menduduki sejumlah posisi penting di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebagai Corporate Treasurer (2012–2015), Abacus Distribution System Indonesia (2013–2015) yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia, serta di PT Citilink Indonesia sebagai Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer (CFO) (2015–2017).

Dari maskapai penerbangan, Mega Satria dipercaya menjabat sebagai Direktur Keuangan dan SDM anak perusahaan IPC, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (2017–2018). Selanjutnya, ia menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Bukit Asam Tbk (2018–2021).

Kariernya terus menanjak. Dari Bukit Asam, Kementerian BUMN menunjuk Mega Satria sebagai Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC, sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-79/MBU/03/2021 tertanggal 15 Maret 2021. Dalam perannya sebagai CFO Pelindo, ia memimpin koordinasi merger empat perusahaan pelabuhan milik negara di Indonesia yang kemudian membentuk Pelabuhan Indonesia.

Perjalanan kariernya di perusahaan minyak dimulai ketika ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Pertamina Patra Niaga pada 8 Juli 2025. Kini, ia mendapat peran yang lebih strategis di perusahaan migas terbesar milik negara untuk menghadirkan pengelolaan keuangan terbaik bagi negeri. Selamat bertugas, ahli keuangan!