JAKARTA, (ERAKINI) - Kebiasaan sedekah pagi termasuk amalan yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Karena itu, rutinitas ini tidak boleh berhenti. Selain itu, sedekah pagi memiliki sejumlah keutamaan.
Meskipun dilakukan dengan nominal kecil, seribu hingga dua ribu rupiah sekalipun.Kepercayaan yang hidup di masyarakat Muslim adalah bahwa amal kebaikan tersebut akan diganti Allah dengan rezeki lebih besar. Ajaran Islam menekankan pentingnya berbagi, terutama di waktu-waktu penuh keberkahan seperti subuh.
Dalam sejumlah riwayat, sedekah di waktu subuh diyakini melapangkan rezeki, melindungi dari kesulitan, serta menjadi latihan keikhlasan dan kepedulian sosial. Keyakinan itu sejalan dengan janji Allah SWT yang akan melipatgandakan pahala sedekah, mulai dari sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, bahkan lebih.
Hadits Nabi juga menyebutkan keistimewaan waktu subuh bagi orang yang bersedekah. Rasulullah SAW bersabda:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - أَنَّ النَّبِىَّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
Artinya: Dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda: "Tidak ada suatu hari pun ketika seorang hamba melewati paginya kecuali akan turun (datang) dua Malaikat kepadanya lalu salah satunya berkata; 'Ya Allah berikanlah pengganti bagi siapa yang menafkahkan hartanya,' sedangkan yang satunya lagi berkata; 'Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan hartanya (bakhil)'." (HR Bukhari dan Muslim).
Melalui sedekah pagi, kita berharap semua aktivitas kita diridha oleh Allah SWT. Amin.