JAKARTA, (ERAKINI) - Menteri Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan memaparkan sejumlah terobosan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Salah satu yang menjadi sorotan ialah penurunan biaya haji sebesar Rp2 juta tanpa mengurangi kualitas layanan bagi jemaah.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Irfan saat bertemu dengan Amirul Hajj atau pemimpin misi haji Indonesia di kantor Kementerian Haji dan Umrah, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2026).
Dalam paparannya, Gus Irfan menjelaskan bahwa pemerintah menyiapkan lima inovasi penyelenggaraan haji di dalam negeri. Salah satunya ialah penerapan alokasi kuota provinsi yang lebih berkeadilan berdasarkan proporsi jumlah daftar tunggu jemaah.
Menurut dia, kebijakan tersebut diharapkan dapat menciptakan keseragaman masa tunggu antarprovinsi.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan penurunan biaya haji sebesar Rp2 juta tanpa mengurangi mutu pelayanan kepada jemaah. Di sisi lain, konsep asrama haji berbasis hotel juga mulai diterapkan, termasuk pengembangan Embarkasi Yogyakarta.
“Inovasi lainnya yakni penambahan satu embarkasi untuk fast track di Makassar,” ujar Gus Irfan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2026).
Cucu pendiri Nahdlatul Ulama ini mengungkapkan bahwa pelatihan petugas haji akan diperkuat melalui sistem pendidikan dan pelatihan semi militer dengan durasi lebih panjang.
Materi pelatihan meliputi penguatan fisik, mental, kompetensi pelayanan, kerja sama tim, hingga pengetahuan dasar fikih haji dan bahasa Arab.
Tak hanya di dalam negeri, pemerintah juga, ucap Gus Irfan, menyiapkan tiga inovasi layanan di luar negeri atau di Arab Saudi. Salah satunya adalah percepatan seluruh persiapan penyelenggaraan haji, mulai dari penyediaan akomodasi, konsumsi, transportasi, layanan masyair, hingga penyelesaian visa haji.
Gus Irfan mengatakan, pemerintah juga menerapkan layanan berbasis dua syarikah serta pembagian dan aktivasi kartu nusuk sejak di embarkasi.
"Inovasi lain yang telah diterapkan adalah digitalisasi layanan haji, seperti kontrol distribusi katering secara elektronik dan sistem pelacakan lokasi petugas," ujar Gus Irfan.
Lebih lanjut, Gus Irfan menyinggung peran strategis Amirul Hajj sebagai simbol dan representasi resmi negara dalam pelaksanaan ibadah haji.
Menurut dia, Amirul Hajj memiliki tugas memimpin misi haji Indonesia, berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi, menjalin komunikasi strategis terkait kebijakan haji dan layanan jemaah, hingga melakukan evaluasi langsung terhadap pelayanan di lapangan.
"Amirul Hajj juga diharapkan mampu memberikan arahan, motivasi, serta menjadi teladan bagi jemaah selama pelaksanaan ibadah haji," ucapnya.
Di sisi lain, Gus Irfan turut memaparkan perkembangan operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang kini memasuki hari ke-16 sejak jemaah pertama masuk asrama haji pada 21 April 2026.
Saat ini, operasional telah memasuki fase keberangkatan gelombang kedua dari Tanah Air menuju Jeddah setelah sebelumnya berlangsung gelombang pertama menuju Madinah.
"Hingga 5 Mei 2026, tercatat sebanyak 250 kelompok terbang (kloter) dengan total 97.139 jemaah dan 996 petugas kloter telah diberangkatkan ke Arab Saudi," bebernya.