JAKARTA, (ERIKINI) - Kabar gembira buat guru madrasah. Kementerian Agama (Kemenag) memastikan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dilakukan sebelum Lebaran 2026. TPG juga dicairkan untuk 32.081 guru yang telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025.
Saat ini, seratusan ribu guru telah menyelesaikan proses administrasi dan sisanya masih dalam tahap finalisasi melalui Simpatika (Sistem Informasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) Amien Suyitno mengatakan, penyaluran TPG merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus apresiasi terhadap profesionalitas guru madrasah. Kemenag juga terus melakukan pemutakhiran data dan penguatan sistem digitalisasi administrasi agar penyaluran TPG berjalan transparan dan tepat sasaran.
“TPG adalah bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan profesionalitas guru dalam mendidik generasi bangsa. Karena itu, kami berupaya memastikan penyalurannya semakin cepat, tepat, dan akuntabel,” ujar Amien Suyitno, di sela-sela buka puasa bersama media, di Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam
Berdasarkan data hasil pemrosesan Surat Keputusan Analisis Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAKPT) pada 2 dan 4 Maret 2026, dari total 405.438 guru madrasah yang memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG), sebanyak 246.449 SKAKPT telah diterbitkan. Jumlah tersebut termasuk 32.081 guru yang lulus PPG 2025.
Sementara sekitar 158.989 guru yang lain masih dalam proses finalisasi administrasi untuk penerbitan SKAKPT pada tahap berikutnya. “Semua itu nanti akan kita selesaikan sebelum Lebaran, sehingga mereka sudah bisa menerima tunjangan profesi,” kata Amien.
Ditjen Pendidikan Islam menjadwalkan penerbitan lanjutan SKAKPT tahap ketiga pada 7 Maret dan tahap keempat pada 9 Maret 2026. Dengan begitu, proses penerbitan SKAKPT diharapkan dapat segera rampung sehingga penyaluran TPG bagi guru madrasah dapat terus dipercepat.
Amien menjelaskan, proses pencairan TPG saat ini tengah diproses secara administratif melalui Simpatika. Operator dan tim teknis di Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (DTGK) juga sedang bekerja memastikan seluruh data guru yang memenuhi syarat dapat segera diproses.
Adapun syarat utama pencairan tunjangan profesi tersebut antara lain guru telah memenuhi beban mengajar minimal 24 jam tatap muka serta memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG). “Kalau semua syarat itu sudah terpenuhi, Insyaal Allah tidak ada alasan atau halangan untuk mencairkan sertifikasi guru,” katanya.
Selain itu, Suyitno juga menegaskan bahwa keterlambatan pencairan TPG yang sempat menjadi sorotan di masyarakat tidak terkait dengan isu pemangkasan anggaran.
Menurut Amien, keterlambatan yang terjadi semata-mata karena proses administrasi yang masih berjalan. “Tidak ada hubungannya dengan pemangkasan anggaran. Soal TPG itu semata-mata karena proses administrasi yang sedang berjalan,” tegasnya.
Amien juga memastikan bahwa sekitar 32.081 guru madrasah yang mengikuti PPG tahun 2025 untuk batch 1, 2, dan 3 akan menerima pembayaran tunjangan profesi sebelum Lebaran.
“Alhamdulillah atas arahan Menteri Agama dan koordinasi dengan Sekjen, tunjangan profesi bagi peserta PPG 2025 itu bisa dibayarkan pada tahun 2026 ini,” kata Suyitno.
Pihaknya berharap seluruh proses administrasi tersebut dapat rampung sebelum Lebaran sehingga para guru dapat menerima hak mereka tepat waktu. “Kami juga berharap para guru madrasah dapat terus meningkatkan semangat pengabdian dalam mencetak generasi unggul serta memperkuat kualitas pendidikan Islam di Indonesia,” tandasnya.
Sekretaris Ditjen Pendis M Arskal Salim GP menambahkan, saat ini sedang dilakukan sinkronisasi data sehingga pencairan TPG tepat sasaran. "Prinsipnya kita ingin cepat tapi juga kita ingin akurat. Jangan sampai cepat tapi tidak akurat," tegasnya.
Arskal memastikan data-data secepatnya dituntaskan sehingga TPG dapat dicairkan sebelum Lebaran. Maka itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pusat dan daerah dalam pengelolaan data guru agar tidak terjadi kendala administratif yang dapat menghambat proses pencairan. "Sedikit saja ada kesalahan data akan sangat berpengaruh dan menghambat proses secara keseluruhan," ucapnya.
Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Fesal Musaad menambahkan, Direktorat GTK terus melakukan update verifikasi data guna memastikan proses pencairan TPG 2025 berjalan lebih efektif dan efisien. Kata dia, peningkatan kualitas data menjadi prioritas utama agar penyaluran tunjangan profesi dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kami terus melakukan pemutakhiran data serta koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk operator madrasah dan pengelola data di daerah, agar tidak terjadi kesalahan dalam proses penyaluran,” jelas Fesal.