JAKARTA, (ERAKINI) - Jakarta-Lembaga Profesi Ekonomi dan Keuangan (LPEK) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) bekerjasama dengan Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) dan Nasaruddin Umar Office (NUO) menggelar kegiatan Sosialisasi SPT Tahunan Pajak yang dilaksanakan secara online, Rabu (27/3/2024). Dalam kesempatan itu, PMII mendorong mahasiswa meningkatkan kemampuan soal pajak.
"Kegiatan Sosialisasi Pelaporan SPT Wajib Pajak ini sangat penting bagi warga PMII, warga NU dan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk para pengusaha. Butuh keahlian dalam pengelolaan pajak", kata Bendahara Umum PB PMII Panji Sukma Nugraha.
Menurut Panji, pengetahuan mahasiswa soal pajak perlu terus dipupuk. Semakin banyak mahasiswa yang paham soal pajak, semakin tinggi penerimaan keuangan negara.
"Semakin tinggi pendapatan negara, semakin sejahtera masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, menurut Direktur LPEK PB PMII Muhammad Aras Prabowo, melaporkan SPT tahunan pajak bagian dari nasionalisme.
Ia mengatakan, kegiatan yang digelarnya tersebut merupakan bentuk partisipasi nyata PB PMII dalam mendorong dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pelaporan SPT tahunan.
"Ini adalah usaha untuk meningkatkan kesadaran warga PMII, warga NU, akademisi, profesional dan pengusaha dalam pelaporan SPT tahunan. Kita tahu bersama bahwa sumber utama penghasilan negara dari perpajakan. Kepatuhan kita dalam pelaporan SPT tahunan adalah bentuk dukungan kepada negara dalam pembangunan negeri," katanya.
"Setiap 1 juta uang pajak yang kita bayarkan dapat digunakan untuk berbagai macam: pelayanan umum, ekonomi, perlindungan sosial, ketertiban dan keamanan, pendidikan, pertahanan, kesehatan, keagamaan, perumahan dan fasilitas umum, perlindungan lingkungan hidup dan pariwisata", sambungnya.