Search

BMKG Sebut Monsun Australia Menguat, Hujan Mulai Berkurang, Ini Prediksi Cuaca hingga 14 Mei 2026!

JAKARTA, (ERAKINI) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa Monsun Australia diperkirakan semakin menguat dalam sepekan ke depan. Kondisi ini mulai memicu berkurangnya potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia seiring masuknya periode peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau, sebagaimana dilansir dari laman resmi BMKG, Sabtu (9/5/2026).

Penguatan monsun ditandai dengan dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah Indonesia. Aliran udara dari Australia tersebut membawa massa udara yang cenderung lebih kering sehingga curah hujan di beberapa daerah diprakirakan mulai menurun.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan karena sejumlah fenomena atmosfer tropis masih aktif dan berpotensi memicu hujan lebat di berbagai wilayah Indonesia.

Salah satu fenomena yang masih berpengaruh adalah Madden-Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada pada fase 2 di kawasan Samudra Hindia dan diperkirakan bergerak menuju fase 3. Aktivitas MJO diprediksi melintasi wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Selain itu, Gelombang Kelvin diperkirakan aktif di pesisir timur Sumatera, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Sementara Gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi memengaruhi sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi bagian selatan, Maluku, dan pesisir barat Papua. Kombinasi berbagai gangguan atmosfer tersebut berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan dan memicu cuaca ekstrem.

BMKG juga memantau perkembangan Siklon Tropis Hagupit yang diperkirakan memberi dampak tidak langsung terhadap cuaca di Indonesia. Dalam 48 jam ke depan, siklon tersebut diprediksi menguat dengan kecepatan angin mencapai 35 knot dan tekanan minimum 1000 hPa sambil bergerak ke arah barat.

Sistem itu membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Samudra Pasifik utara Papua Nugini yang dapat memengaruhi pola cuaca di kawasan timur Indonesia.

Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Untuk periode 11–14 Mei 2026, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, antara lain:
1. Aceh
2. Sumatera Utara
3. Sumatera Barat
4. Riau
5. Kepulauan Riau
6. Jambi
7. Sumatera Selatan
8. Kepulauan Bangka Belitung
9. Bengkulu
10. Banten
11. Jawa Barat
12. Jawa Timur
13. Kalimantan Barat
14. Kalimantan Tengah
15. Kalimantan Timur
16. Kalimantan Utara
17. Kalimantan Selatan
18. Sulawesi Utara
19. Gorontalo
20. Sulawesi Tengah
21. Sulawesi Barat
22. Sulawesi Selatan
23. Sulawesi Tenggara
24. Maluku Utara
25. Maluku
26. Papua Barat Daya
27. Papua
28. Papua Selatan

BMKG juga mengeluarkan status Siaga untuk wilayah Papua Tengah dan Papua Pegunungan karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi kesehatan di tengah cuaca panas yang mulai meningkat. Warga disarankan menggunakan pelindung seperti topi atau tabir surya serta menjaga kecukupan cairan tubuh, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, pohon tumbang, hingga sambaran petir.

Pengendara kendaraan bermotor diimbau berhati-hati terhadap hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang dapat mengganggu perjalanan. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan rapuh saat cuaca buruk terjadi.

BMKG menekankan bahwa perubahan cuaca dapat berlangsung sangat cepat sehingga masyarakat perlu rutin memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun akun media sosial resmi @infobmkg.