Search

Temu Tokoh Lintas Agama di Maluku, Menag Gaungkan Kurikulum Cinta untuk Harmoni Umat

MALUKU, (ERAKINI) - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menghadiri sekaligus memberikan arahan dalam kegiatan Temu Tokoh Lintas Agama Provinsi Maluku yang mengusung tema ‘Ekoteologi dan Kurikulum Cinta’.

Forum ini dihadiri oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi keagamaan, serta warga lintas iman sebagai bentuk komitmen kolektif untuk menjaga persatuan, kerukunan, dan keharmonisan sosial di tengah kemajemukan Maluku.

Dalam sambutannya, Menag menekankan pentingnya penerapan kurikulum cinta sebagai pendekatan pendidikan nilai yang menanamkan sikap saling menghormati, toleransi, dan kepedulian sosial sejak usia dini. Ia menegaskan bahwa kurikulum cinta tidak boleh berhenti pada tataran konsep atau ruang kelas semata, melainkan harus dihidupkan dalam praktik keseharian, terlebih di wilayah multikultural seperti Maluku.

“Seharusnya lebih mudah bagi kita menemukan persamaan dan titik temu dari keragaman agama kita, daripada perbedaannya. Karena pada dasarnya semua agama itu mengajarkan tentang cinta,” ujar Menag Nasaruddin dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Sabtu (17/1/2026).

Agama, diumpamakan Menag, seperti energi nuklir yang memiliki potensi kekuatan luar biasa. Jika dikelola dengan bijak, agama akan menjadi sumber kedamaian dan kesejahteraan. Namun sebaliknya, jika disalahpahami, agama juga dapat memicu konflik yang merugikan banyak pihak. “Agama itu seperti nuklir, bisa menjadi kekuatan positif yang luar biasa. Namun jika salah, bisa jadi kekuatan yang negatif yang dahsyat pula, itulah agama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menag Nasaruddin juga mengajak seluruh peserta untuk terus memupuk rasa persaudaraan lintas iman. Ia menegaskan bahwa nilai persaudaraan tidak boleh dibatasi oleh sekat-sekat perbedaan agama semata, melainkan harus dibangun atas dasar kemanusiaan dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.  “Untuk itu, marilah kita terus memupuk persaudaraan. Karena dijelaskan dalam ayat Quran itu setiap yang beriman adalah bersaudara, bukan satu agama saja,” katanya Menag.

Sementara itu, Menurut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Yamin, kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi masyarakat Maluku untuk terus memperkuat kerukunan antarumat beragama yang selama ini telah terjaga dengan baik. Menurutnya, keragaman yang ada di Maluku justru menjadi kekayaan sosial yang harus dirawat bersama. “Provinsi Maluku adalah miniatur Indonesia, dengan beragam agama dan budaya. Oleh karena itu, temu tokoh lintas agama ini menjadi momentum untuk memupuk kebersamaan dan kerukunan masyarakat di Bumi Raja-Raja ini,” kata Yamin.

Menag Nasaruddin dalam agenda tersebut turut menandatangani 6 plakat peresmian Masjid Ashabul Yamin Kanwil Kemenag Provinsi Maluku, Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu Kankemenag Kota Ambon, Gedung Kankemenag Kota Tual, Gedung Ruang Kelas MTsN 3 Maluku Tenggara, Gedung Ruang Kelas MIN 2 Maluku Tenggara, serta plakat peresmian Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Leihitu.

Kemenag berharap, melalui kegiatan ini para tokoh agama dapat menjadi agen perdamaian di tengah masyarakat, menyebarkan pesan-pesan cinta kasih, toleransi, serta kepedulian terhadap lingkungan hidup sesuai dengan semangat ekoteologi dan kurikulum cinta. Temu tokoh lintas agama ini juga menjadi wadah konsolidasi untuk memperkuat sinergi antarumat beragama dalam menjaga stabilitas sosial dan persatuan bangsa, khususnya di Provinsi Maluku.

Acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Agama Andi Salman Manggalatung, Asisten II Setda Maluku Kasrul Selang, Wakil Ketua DPRD Maluku Benhur George Watubun, Kapolda Maluku Dadang Hartanto, Kepala Kanwil Kemenag Maluku Yamin, Walikota Ambon Bodewin Wattimena, Rektor UIN A.M. Sangadji Ambon Abidin Wakano, dan Rektor IAKN Ambon Yance Z. Rumahuru.