Sherly Tjoanda menjadi salah satu nama yang menarik perhatian jelang pelantikan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 pada Kamis (20/2/2025). Foto: Ist
JAKARTA, (ERAKINI)- Sherly Tjoanda menjadi salah satu nama yang menarik perhatian jelang pelantikan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 pada Kamis (20/2/2025). Kisahnya cukup memilukan sebelum mengikuti Pilgub Maluku Utara 2024.
Sherly sebenarnya tidak pernah berencana terjun ke dunia politik, terlebih menjadi calon gubernur. Namun takdir berkata lain. Sherly maju sebagai calon Gubernur Maluku Utara menggantikan posisi suaminya, .
Enam pekan sebelum Pilkada digelar, Benny Laos mengalami kecelakaan tragis di Pulau Taliabu pada Sabtu, 12 Oktober 2024. Speedboat Bela 72 yang ditumpangi Benny Laos ludes terbakar di Pelabuhan Bobong. Sherly juga ada dalam kecelakaan itu. Namun, Sherly lolos dari maut. Nyawanya masih tertolong setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka di bagian kaki.
Setelah kejadian itu, delapan partai pengusung pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara, Benny Laos-Sarbin Sehe, bergerak cepat menjadi pengganti. Setelah menggelar rapat koalisi, seluruh partai pengusung sepakat mengusulkan Sherly Tjoanda sebagai pengganti Benny Laos.
KPU Maluku Utara kemudian menyetujui dan menetapkan pergantian tersebut dalam dalam rapat pleno 23 Oktober 2024. Meski tidak punya latar belakang politikus, Sherly Tjoanda ternyata sukses menumbangkan tiga pasangan calon lainnya. KPU Maluku Utara menetapkan pasangan Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe sebagai pemenang dengan meraih 50,69 persen suara sah.
Meski sempat digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), tidak mengubah kemenangan Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe. MK menolak gugatan yang dilayangkan pasangan Nomor Urut 1 Husain Alting Sjah-Asrul Rasyid Ichsan, dan pasangan Nomor Urut 3 Muhammad Kasuba-Basri Salama.
Putusan Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada Malut 2024 ini dibacakan dalam sidang pleno yang digelar di Gedung MK, Rabu (5/2/2025). Dalam pertimbangan hukum yang disampaikan oleh Hakim Konstitusi Arief Hidayat, MK menegaskan bahwa permohonan yang diajukan oleh Pemohon tidak memenuhi syarat formil. Sebab, alasan-alasan permohonan dianggap tidak jelas atau kabur (obscuur).
Kemenangan Sherly di Pilgub Maluku Utara cukup menarik mengingat latar belakang agama dan sukunya. Padahal, berdasarkan data BPS tahun 2024, agama mayoritas di Maluku Utara adalah Islam, yaitu sekitar 74,50%. Disusul Protestan 24,97%, Katolik 0,50%, Hindu 0,01%, Buddha 0,01%, dan Konghucu 0,01%.
Tetapi, latar belakang agama dan suku tidak menyurutkan pilihan mayoritas warga Maluku Utara kepada Sherly yang beragama Protestan dan Tionghoa. Ia mampu mendongkrak anggapan bahwa keturunan Tionghoa sulit menang Pilgub. Sherly pun tercatat sebagai keturunan Tionghoa pertama yang memenangkan Pilgub di Indonesia.
Sebenarnya sudah ada dua keturunan Tionghoa yang menduduki posisi gubernur di Indonesia, yakni Henk Ngantung dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sama-sama memimpin DKI Jakarta. Namun Henk Ngantung ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno di masa Orde Lama. Sedangkan Ahok naik menggantikan posisi Joko Widodo yang terpilih menjadi Presiden. Ahok yang kembali maju dalam pemilihan langsung, nyatanya tetap tumbang dari Anies Baswedan.
Sherly Tjoanda merupakan perempuan berdarah Tionghoa Maluku asal Kota Ambon. Ia lahir di Ambon pada 8 Agustus 1982. Sherly menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Petra Surabaya dengan Jurusan International Business Management. Ia lalu melanjutkan studi program double degree di Inholland University, Belanda, dan lulus pada 2004.
Selama kariernya, Sherly lebih banyak aktif di bidang sosial. Ia menjabat sebagai Ketua Yayasan Bela Peduli yang bergerak dalam pemberian bantuan bagi anak yatim dan masyarakat kurang mampu. Sherly juga merupakan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Maluku Utara. Perempuan berusia 40 tahun ini punya hobi bersepeda, snorkeling, serta menikmati keindahan laut dan senja di pantai.
Suaminya Benny Laos dikenal sebagai pengusaha sukses dan politikus hebat. Bahkan, Benny Laos masuk dalam daftar 10 kepala daerah terkaya di Indonesia. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), Benny Laos memiliki kekayaan sebesar Rp510 miliar. Kekayaannya berupa surat berharga senilai Rp248,6 miliar dan 139 bidang tanah dan bangunan senilai Rp158,1 miliar.
Namun, Sherly menikah dengan Benny Laos bukan saat dalam kondisi jaya. Sebelum menjadi pengusaha sukses, Benny Laos adalah anak putus sekolah yang berjuang sendiri untuk meraih mimpi. Perjuangan Benny ini dikisahkan sendiri oleh Sherly Tjoanda. Melalui unggahan di akun Instagram pada 20 September lalu, Sherly mengenang perjuangan sang suami di Galala, Pulau Mandioli.
"Tidak terbayangkan bagaimana 35 tahun lalu, saat kondisi jalannya masih jauh lebih buruk, belum ada listrik, dan kemana mana jalan kaki berkilo kilo sambil mikul kopra puluhan kg. Sekarang saya mengerti kenapa daya juang dan rasa empati suami sangat tinggi," ucapnya.
"Masa lalu yang keras telah membentuk karakter papi menjadi sosok yang tangguh dan berempati. Dari masa lalu yang sulit, kini tantangan itu menjadi motivasi membawa perubahan positif bagi saudara2 dan tanah kelahirannya," tambahnya.
Melihat perjuangan pahit sang Benny, Sherly pun dengan tekad bulat berjanji akan selalu berada di sisi sang suami, mendampingi dalam suka dan duka. Janji itu pun ia buktikan selama hidup dengan Benny. Tak peduli meski sering diterpa gelombang dan badai, Sherly selalu berada di samping suaminya.
Sebagai istri, Sherly kerap terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sang suami saat Benny menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai. Bahkan, ia sering turun ke lapangan untuk mensosialisasikan program kerja sang suami kepada masyarakat.
Termasuk selama kampanye, ia turut menyemangati dan mendampingi Benny dalam perjalanan dari satu desa ke desa lainnya. Berbekal dari mendampingi kegiatan suami ini Sherly punya modal kepemimpinan dan dekat dengan masyarakat. Kini, Sherly bersiap menjadi orang nomor 1 di Maluku Utara. Ia akan dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Kamis lusa.