Permadani Jepara Wisuda Purnawiyata 71 Siswa Bregada IV
Muhammad Slamet
JEPARA, ERAKINI - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Jepara, Jawa Tengah mewisuda 71 lulusan pendidikan dan pelatihan (pawiyatan) pembawa acara dan pidato Bahasa Jawa (pawiyatan panatacara tuwin pamedhar sabda).
Wisuda purnawiyata digelar di Pendopo Pemkab Jepara, Minggu (8/11). Wisudawan merupakan perserta pawiyatan angkatan (Bregada) IV. Sebelumnya, wisudawan mengikuti pawiyatan selama sekira 9 bulan.
Hadir dalam wisuda, Pengurus DPP Permadi, Pengurus Permadani Jateng, serta pengurus Permadani daerah sekitar Jepara, seperti Pati, Kudus.
Ketua DPD Permadani Jepara KRT Hendro Suryo Kartiko menerangkan sebelum wisuda, siswa mendapatkan sejumlah materi seperti kapermadanen, budi pekerti, adat tatacara Jawa, renggeping wicara, kapanatacaran, hingga medhar sabda.
Selain itu, basa tuwin sastra, busana, paduwungan, sekar gending, sekar setaman, dan menulis aksara Jawa.
"Setelahnya menjalani ujian, hingga praktik mantu atau kepyakan," terangnya.
Bupati Jepara Witiarso Utomo dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jepara Edy Marwoto menyebut Permadani memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan budaya.
"Di mana melakukan pembelajaran bahasa dan sastra Jawa kepada masyarakat," ungkapnya.
Kata Bupati, visi Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (Mulus) Pemkab Jepara juga menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah.
"Kita berharap kepada wisudawan, acara ini bukan akhir. Tetapi awal bagaimana mengamalkan dan mempraktikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat," terangnya.
Bupati menyebut, wisudawan berasal dari berbagai wilayah di Jepara sekaligus berbagai latar belakang.
"Keragaman ini memberikan pesan penting bahwa menjaga kelestarian budaya menjadi tanggungjawab bersama," katanya.


















