Helikopter Super Puma BNPB Jatuh di Sungai Barito Saat Misi Pemadaman Karhutla
Thomas Pulungan
BANJARMASIN, (ERAKINI) - Helikopter jenis Super Puma milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dilaporkan jatuh ke Sungai Barito saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026) siang.
Kecelakaan tersebut diduga terjadi ketika helikopter tengah bermanuver untuk mengambil air dari Sungai Barito sebagai bagian dari operasi pemadaman karhutla. Informasi awal menyebutkan pesawat kehilangan kendali saat melakukan manuver di atas sungai sebelum akhirnya terjatuh ke air.
Informasi mengenai insiden tersebut beredar melalui grup komunikasi kedaruratan dan Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Petugas SAR dilaporkan telah menerima informasi kecelakaan dan mengerahkan personel menuju lokasi kejadian.
Berdasarkan data identitas pesawat yang diterima, helikopter tersebut diduga merupakan Eurocopter EC225LP Super Puma II+ atau Airbus Helicopters H225, dengan nomor registrasi VH-HGM dan nomor seri 2878.
Sebuah video amatir yang diterima memperlihatkan helikopter terbang rendah mendekati permukaan Sungai Barito. Namun, saat melakukan manuver, pesawat tampak kehilangan kendali hingga akhirnya jatuh ke sungai.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi terlihat mendatangi titik jatuhnya helikopter untuk memberikan pertolongan kepada awak pesawat. Belum diketahui secara pasti jumlah awak maupun kondisi mereka setelah kecelakaan tersebut.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, membenarkan telah menerima informasi mengenai kecelakaan helikopter tersebut. Ia mengatakan sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengoordinasikan upaya penanganan.
"Saya dalam perjalanan ke lokasi, semua anggota yang tersedia kami kerahkan meluncur ke lokasi. Saya sampaikan perkembangan setelah di lokasi," kata I Putu Sudayana saat dikonfirmasi Antara.
Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kecelakaan maupun kondisi awak helikopter. Tim SAR dan pihak terkait masih bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan serta menghimpun informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

















