Pembunuh Gadis Tukang Gorengan Belum Tertangkap, Polisi: IS Licin dan Kerap Berpindah Tempat
Abdul Rahman Ahdori






Kepolisian Sumatera Barat, dibantu oleh tim khusus dari Polda Sumbar dan Polres Padang Pariaman, termasuk anjing pelacak K-9, terus berupaya mengejar IS. Namun, pria tersebut hingga kini belum berhasil diamankan.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan, mengungkapkan bahwa IS dikenal sebagai sosok yang licin dan kerap berpindah tempat.
"IS ini cukup licin dan selalu berpindah-pindah. Dia juga merupakan residivis kasus pencabulan dan narkoba," ujar Andry pada Rabu (18/9/2024).
Selain itu, IS juga diduga sering melakukan pencurian, meskipun belum pernah diproses secara hukum untuk tindak kejahatan tersebut. Sebagai warga asli setempat, IS diyakini sangat menguasai wilayah, yang mempersulit upaya penangkapan oleh polisi.
"IS diduga kabur ke daerah perbukitan sehingga kami melakukan pengejaran secara manual dengan bantuan anjing pelacak," jelas Andry.
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan warga setempat untuk mempersempit ruang gerak tersangka.
"Kami berharap secepatnya tersangka bisa ditangkap," tuturnya.
Sebelumnya, NKS dilaporkan hilang pada Jumat (6/9/2024) ketika sedang menjajakan gorengan di kawasan Kayu Tanam, Padang Pariaman. Setelah dua hari hilang, jasad NKS ditemukan terkubur tanpa busana di dekat sebuah rumah pada Minggu (8/9/2024).
"Benar, ditemukan mayat perempuan di Kayu Tanam dalam keadaan terkubur di dekat sebuah rumah," ungkap Kapolres Padang Pariaman, AKBP Faisol Amir. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif di balik pembunuhan ini dan menangkap tersangka.

