BANDUNG, (ERAKINI) - Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten mempercepat transformasi menuju kampus masa depan melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam penyusunan master plan pengembangan kampus terpadu berbasis green campus dan transformasi digital.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan penyusunan master plan pengembangan kampus terpadu berbasis green campus dan transformasi digital yang digelar di Kampus ITB, Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/5/2026).
Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof Muhammad Ishom, menegaskan bahwa penajaman master plan fisik dan digital yang tengah disusun bukan hanya proyek teknologi informasi semata, melainkan langkah besar untuk merancang ulang arah pengembangan kampus.
“Ini bukan sekadar proyek TI, tetapi redesain kampus, layanan, energi, dan tata kelola,” kata Prof Ishom.
Prof Ishom mengatakan, UIN Banten saat ini tengah melakukan kajian ulang terhadap pengembangan fisik kampus, khususnya Kampus 2, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampus hijau yang modern dan berkelanjutan.
“Kami sedang merancang green campus dan berharap kerja sama antara UIN Banten dan ITB dapat berjalan dengan baik sehingga menjadi fondasi pengembangan kampus di masa mendatang,” ujar dia.
Peraih penghargaan tokoh pesantren inspiratif Kementerian Agama RI itu menjelaskan, berdasarkan hasil kajian yang dipaparkan, UIN Banten memiliki luas lahan sekitar 47,9 hektare dengan kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH) minimum mencapai 49.167 meter persegi.
Menurut Prof Ishom, pengembangan kampus ke depan diarahkan pada konsep yang lebih ramah pejalan kaki, berbasis green infrastructure, serta mengoptimalkan pembangunan vertikal guna menjaga keseimbangan ekologis.
Sejumlah fasilitas yang diproyeksikan dalam pengembangan tersebut antara lain pembangunan academic atrium, civic core, skybridge penghubung antarfakultas, smartpool multifungsi, pusat data (data center), laboratorium bahasa modern, hingga gedung parkir terintegrasi.
Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan ITB, Prof Ir Agus Jatnika, mengatakan pengembangan kampus ideal harus dilakukan secara terintegrasi antara master plan fisik, akademik, dan penelitian.
Menurut dia, ITB telah menerapkan pendekatan tersebut untuk menghindari pembangunan yang tidak selaras dengan kebutuhan jangka panjang kampus.
"Kami berkomitmen menghadirkan pembangunn yang dapat digunakan jangka panjang," tuturnya.