Maulana Akbar dan Luthfianisa Putri Karlina saat mengikuti rangkaian adat, Pabetot - betot bakakak hayam, usai akad nikah, Rabu (16/7/2025). Foto: IG @putri.karlina14
Dilansir Antara, warga dari berbagai kalangan sudah berkerumun sejak pagi memadati kawasan tempat diselenggarakannya panggung hiburan. Awalnya terjadi kericuhan akibat berdesakan di gerbang utama memasuki kawasan Pendopo.
Akibat saling berdesakan di gerbang, suasana tidak terkontrol lagi, hingga menyebabkan sejumlah anak-anak maupun orang dewasa bertumpuk. Suasana semakin ricuh di gerbang dengan penjagaan anggota kepolisian dan Satpol PP.
Salah seorang warga Aef (55) mengatakan kondisi di sekitar Alun-Alun Garut sudah ramai sebelum Jumatan. Setelah Jumatan warga semakin berdesakan d gerbang utama masuk Pendopo Garut. "Sudah penuh, ramai, saling berdesakan," kata Aef.
Kericuhan tersebut menyebabkan sejumlah warga pingsan dan terpaksa dievakuasi oleh aparat keamanan maupun petugas medis yang sudah berjaga di kawasan itu. Namun, tiga orang tidak terselamatkan.
Ketiga korban diketahui dua warga sipil dan satu anggota polisi. Korban dari warga adalah Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut; dan Dewi Jubaedah (61), warga Jakarta Utara. Sementara korban meninggal dunia dari anggota kepolisian yakni Bripka Cecep Saeful Bahri (39), personel Bhabinkamtibmas Polsek jajaran Polres Garut.
KDM Berikan Santunan Rp150 Juta
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM berjanji memberikan santunan senilai Rp150 juta kepada keluarga korban meninggal. "Barusan saya meminta staf saya untuk memberikan santunan sebesar Rp150 juta per keluarga. Ini bagian dari empati saya kepada warga," ujar Dedi di Bandung.
Dedi mengaku belum mengetahui detail acara yang menimbulkan korban jiwa itu. KDM hanya tahu kalau Jumat malam ini dijadwalkan bertemu warga dalam bentuk kegiatan seni. Ia juga mengaku tidak mengetahui ada syukuran bersama warga dengan undangan makan bersama.
Dedi menyampaikan permohonan maaf atas nama anaknya Maula Akbar dan menantunya Putri Karlina atas penyelenggaraan kegiatan yang berakhir naas tersebut.
Dedi mengingatkan kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi siapa pun, terutama keluarganya sendiri bahwa setiap kegiatan harus direncanakan dengan memperhitungkan berbagai kemungkinan, termasuk keamanan.