Harga Daging Ayam Ras Naik di 188 Daerah, BPS Pasang Alarm
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Badan Pusat Statistik (BPS) meminta pemerintah daerah mewaspadai kenaikan harga daging ayam ras di sejumlah kabupaten/kota. Meski harga rata-rata nasional masih berada sedikit di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen, laju kenaikannya dinilai cukup tinggi.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, harga rata-rata daging ayam ras secara nasional saat ini mencapai Rp39.712 per kg, atau masih sedikit di bawah HAP konsumen sebesar Rp40.000 per kg. Namun, tren kenaikan harga tersebut perlu diantisipasi agar tidak terus berlanjut hingga menembus batas HAP.
"Ini mungkin perlu perhatian karena kalau nanti kenaikan harga ini terus dibiarkan, tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP," ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (10/8/2026).
BPS mencatat sebanyak 188 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras. Sejumlah daerah bahkan mencatat kenaikan cukup signifikan, dengan harga komoditas tersebut telah melampaui HAP konsumen.
Kabupaten Bangka Selatan, misalnya, mencatat kenaikan IPH daging ayam ras sebesar 34,58 persen. Meski demikian, harga daging ayam di daerah tersebut masih sekitar 3 persen di bawah HAP, yakni Rp38.800 per kg.
Kondisi berbeda terjadi di Kota Binjai. Kenaikan IPH daging ayam ras mencapai 29,78 persen, sementara harganya telah berada sekitar 5 persen di atas HAP, yakni Rp42.000 per kg.


















