Rupiah Menguat Tipis, Pasar Respons Positif Kinerja APBN dan Langkah BI
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) – Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Jumat (5/6/2026) petang menguat 13 poin atau 0,07 persen menjadi Rp18.036 per dolar AS dari sebelumnya Rp18.049.
Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia tercatat berada di level Rp18.039 per dolar AS, tidak berubah dibandingkan posisi hari sebelumnya.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan, penguatan kurs rupiah didorong oleh respons positif pelaku pasar terhadap laporan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menunjukkan peningkatan penerimaan pajak.
“Pelaku pasar merespons positif laporan kinerja APBN walaupun masih defisit. Namun, kenaikan pajak tumbuh signifikan yang berarti ketergantungan pada utang mulai turun,” ujar Rully, dikutip dari Antara.
Rully menambahkan, ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) juga menjadi faktor yang menopang penguatan rupiah.
“Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh BI membuat spread bunga dengan The Fed rate semakin melebar dan rupiah menjadi menarik lagi,” katanya.
Hingga 31 Mei 2026, penerimaan pajak tercatat mencapai Rp834,4 triliun atau tumbuh 22,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp683,3 triliun. Hampir seluruh komponen pajak mencatatkan pertumbuhan positif.


















