JAKARTA, (ERAKINI) – Komisi XI DPR RI menyetujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. Keputusan Komisi XI ini akan dibawa ke Rapat Paripurna untuk mendapatkan persetujuan DPR RI, Selasa (27/1).
“Telah dilakukan kesepakatan melalui proses musyawarah mufakat dan kemudian dimasukkan dalam rapat internal di Komisi XI bahwa yang diputuskan untuk menjadi Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung yang mengundurkan diri adalah Thomas Djiwandono,” ujar Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Senin (26/1/2026).
Thomas Djiwandono menjadi kandidat terakhir yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI hari ini. Pada hari yang sama, uji kelayakan telah diikuti oleh Dicky Kartikoyono yang saat ini menjabat sebagai Asisten Gubernur BI sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran.
Pada Jumat (23/1), Solikin M Juhro sebagai kandidat pertama juga telah menuntaskan uji kelayakan. Solikin saat ini menjabat sebagai Asisten Gubernur BI sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial.
Thomas Djiwandono saat ini menjabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam Kabinet Merah Putih. Pemilik nama lengkap Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono, diketahui adalah keponakan Presiden Prabowo Subianto.
Ia sempat menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra sebelum mundur pada Maret 2025. Thomas juga menyatakan tidak lagi berstatus anggota Partai Gerindra sejak 31 Desember 2025. Hal ini untuk memenuhi syarat menjadi Deputi Gubernur BI.
Berdasarkan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) Bab VIB Pasal 40 huruf d, disebutkan bahwa seorang yang dapat diangkat sebagai anggota Dewan Gubernur BI bukan pengurus dan/atau anggota partai politik pada saat pencalonan.
Dirangkum Erakini, Thomas Djiwandono lahir sebagai keluarga terpandang yang mencoba memadukan kariernya tak jauh dari keluarga besarnya di bidang ekonomi dan politik.
Thomas Djiwandono atau biasa dipanggil Tommy, lahir di Jakarta 7 Mei 1972. Ia anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.
Ayahnya adalah mantan Gubernur BI yang kini mengajar di Nanyang Technological University, Singapura. Sedangkan ibunya, Bianti, merupakan kakak kandung Prabowo Subianto. Tommy juga merupakan cicit dari RM Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank BNI 46. Tommy sudah menikah dan dikaruniai tiga orang anak.
Thomas Djiwandono menyelesaikan Sarjana Studi Sejarah (BA History) di Haverford College, Amerika Serikat, tahun 1994. Pada 2003, ia meraih gelar MA di bidang Hubungan Internasional dan Ekonomi Internasional dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat.
Thomas memulai karier sebagai wartawan magang di majalah Tempo tahun 1993. Pada 1994, ia bergabung dengan Indonesia Business Weekly sebagai jurnalis. Sejak 1996 hingga 1999, Thomas meneruskan karier sebagai analis keuangan di NatWest Market, Jakarta. Selanjutnya, ia berkarier sebagai konsultan di Castle Asia periode 1999–2000.
Pada tahun 2004, Thomas bergabung dengan Comexindo Internasional dan menduduki posisi sebagai Direktur Pengembangan Bisnis (2004–2008), Deputi CEO (2008-2009), dan CEO pada 2010–2024. Ia juga menjabat sebagai Deputi CEO Arsari Group pada 2011 hingga 2024.
Sementara di politik, Tommy pernah menjadi caleg di Provinsi Kalimantan Barat. Ia juga dipercaya menjadi Bendahara Umum Partai Gerindra sejak 2008 hingga Maret 2025.
Berdasarkan Keputusan Presiden No 45/M Tahun 2024, Presiden Joko Widodo melantik Thomas Djiwandono sebagai Wakil Menteri Keuangan di Kabinet Indonesia Maju pada 18 Juli 2024. Thomas terpilih kembali menjadi Wakil Menteri Keuangan pada Kabinet Merah Putih masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan dilantik pada 21 Oktober 2024 hingga sekarang.