Dari Seragam ke Almamater: Siapkah Kamu Menjadi Mahasiswa?
Prof Dr KH Muhammad Ishom, M.A.,
Peralihan dari bangku sekolah ke dunia kampus merupakan titik balik penting dalam perjalanan intelektual dan emosional seseorang. Bagi sebagian besar lulusan Madrasah Aliyah/SMA/SMK momen ini menjadi penanda awal kemandirian. Namun, transisi ini bukan sekadar soal melepas seragam sekolah dan mengenakan jaket almamater. Ia menuntut lebih dari itu: kesiapan mental, kedewasaan sikap, serta kemauan untuk terus belajar dan tumbuh.
Kehidupan perkuliahan menawarkan kebebasan yang lebih besar dibanding masa sekolah. Tidak ada lagi guru yang menegur jika absen, tidak ada pengawas yang terus memantau proses belajar. Semua kembali pada individu masing-masing. Di sinilah mahasiswa diuji: apakah mereka mampu memanfaatkan kebebasan itu untuk tumbuh, atau justru terjebak dalam euforia semu yang memperlambat kemajuan.
Tak sedikit mahasiswa baru merasa limbung di semester awal. Materi kuliah terasa berat, pendekatan dosen berbeda, dan ekspektasi akademik pun lebih tinggi. Situasi ini sering kali menimbulkan kebingungan, bahkan krisis percaya diri. Namun justru dari kegamangan inilah, proses pendewasaan dimulai. Mahasiswa belajar untuk bangkit, menyusun strategi, dan menyadari bahwa keberhasilan dalam perkuliahan bergantung pada upaya mereka sendiri.


















