Inovasi
Ahmad Zainul Hamdi
Pada sebuah kesempatan, Gus Yaqut Cholil Qoumas, di hadapan para akademisi, menjelaskan tentang makna inovasi. Seperti biasa, dia tidak menjelaskannya dengan merujuk pada definisi istilah sebagaimana yang tertulis di kamus. Dia membuat penjelasan praktis yang setiap pendengarnya merasa 'Yes, I can make it'.
Penjelasannya kurang lebih seperti ini: Bayangkanlah tentang sebuah masa depan yang ideal. Lalu, lihatlah kenyataan kita saat ini. Termasuk berbagai tindakan yang kita lakukan sekarang hingga melahirkan kenyataan itu. Berbagai tindakan yang kita letakkan antara kenyataan kita sekarang dengan bayangan ideal masa depan, itulah yang disebut inovasi.
Begitulah penjelasannya. Sederhana. Mudah dipahami.
Jadi, inovasi adalah setiap langkah yang kita tempuh melampaui rutinitas tindakan saat ini untuk mencapai masa depan yang kita impikan. Inovasi adalah pancang-pancang tiang, tapakan-tapakan yang kita letakkan antara masa kini dengan mimpi masa depan.
Inovasi adalah jembatan yang memperantarai kita saat ini dengan masa depan. Tanpa inovasi, kita hanya mengalami lajunya waktu, tapi tak memiliki masa depan. Tanpa inovasi, kita akan mengalami tua, tapi tidak menambah makna. Seperti anjing yang mengejar ekornya sendiri. Si anjing berlari, menguras tenagaya, kelelahan mungkin hingga menuai ajalnya, tapi dia tak pernah beranjak dari titik nol-nya. Lalu, apa bedanya antara dia berlari dan diam? Tidak ada.



















