JAKARTA, (ERAKINI) – Kasus gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) pada anak terus menunjukkan peningkatan. Meski kerap dikaitkan dengan anak-anak, kondisi ini sebenarnya dapat berlanjut hingga usia dewasa.
Namun, banyak orang belum menyadarinya, padahal ADHD pada orang dewasa dapat berdampak pada produktivitas sehari-hari. Pada orang dewasa, gejala ADHD umumnya muncul lebih samar. Tetapi, penderitanya tetap menghadapi berbagai kesulitan, seperti sulit fokus, tidak mampu mengatur waktu dengan baik, hingga kesulitan mengendalikan emosi. Kondisi tersebut pada akhirnya bisa mengganggu aktivitas dan kinerja sehari-hari.
Psikolog dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Diana Setiyawati menjelaskan, ADHD pada orang dewasa sering kali terjadi karena terlambat didiagnosis.
Hal ini disebabkan oleh anggapan bahwa gejalanya tidak terlalu mengganggu. Selain itu, masih ada stigma yang membuat penderita terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya mereka tengah berjuang menghadapi kondisi tersebut.
“Memang ADHD enggak terlalu mengganggu dan sering dianggap baik-baik saja, tapi sebenarnya mungkin dia tengah struggle (berjuang) atau mengalami kondisi tidak produktif dalam hidup,” ujar Diana dikutip dari laman resmi UGM, Sabtu (18/4/2026).
Diana menegaskan bahwa jika tidak ditangani dengan baik, ADHD dapat menimbulkan dampak serius. Penderitanya cenderung mengalami penurunan produktivitas, sering lupa, serta kesulitan berkonsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Bahkan, kondisi ini dapat membuat seseorang menjadi underachiever.
Menurut Diana, salah satu ciri gangguan mental adalah menurunnya produktivitas akibat sulit fokus dan mudah lupa. Oleh karena itu, penanganan yang tepat menjadi hal penting agar kondisi tidak semakin memburuk.
Meski demikian, ADHD pada orang dewasa masih dapat ditangani. Penanganan dapat dilakukan melalui terapi psikologis maupun bantuan psikiater, termasuk penggunaan obat untuk membantu menjaga fokus.
Kunci utama dalam mengatasi ADHD adalah kesadaran diri untuk mengelola distraksi dan membangun manajemen diri yang baik, dengan pendampingan profesional.
“Cara paling efektif adalah dari kesadaran untuk mengelola diri dan distraksi. Ini perlu terapi dan pendekatan multidisiplin antara psikiater dan psikolog,” jelasnya.