Susah tidur ternyata termasuk salah satu gejala gangguan kesehatan yang patut diwaspadai. Susah tidur bisa menjadi pertanda adanya penyakit serius. Foto: Ilustrasi/Ist
Hampir setiap orang pernah mengalami di malam hari. Namun, jika kesulitan tidur terjadi secara terus-menerus, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian khusus.
Dilansir dari PYFA Health, susah tidur atau insomnia merupakan gangguan pola tidur yang berisiko menurunkan kualitas istirahat dan berdampak pada kesehatan secara menyeluruh.
Susah tidur dapat ditandai dengan sulit memejamkan mata di malam hari, siklus tidur dan bangun yang tidak teratur, tidur tidak nyenyak, sering terbangun, atau sulit tidur kembali setelah terbangun. Jika tidak ditangani dengan tepat, gangguan ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit.
Berikut sejumlah penyakit dan kondisi medis yang dapat menyebabkan seseorang mengalami susah tidur, dirangkum Minggu (1/2/2026):
1. Sleep Apnea
Sleep apnea merupakan kondisi terhambatnya jalan napas saat tidur yang menyebabkan penderitanya berhenti bernapas secara berkala. Akibatnya, kadar oksigen dalam tubuh menurun dan memicu seseorang sering terbangun di malam hari. Penderita sleep apnea juga kerap mengalami mendengkur keras dan tersedak saat tidur, sehingga kualitas tidur menjadi sangat terganggu.
2. Sinusitis
Sinusitis adalah peradangan dan infeksi pada rongga sinus yang menyebabkan hidung tersumbat. Kondisi ini membuat pernapasan menjadi tidak nyaman, terutama saat berbaring, sehingga penderitanya sulit tidur nyenyak. Pilek dan tekanan pada area wajah juga dapat memperparah gangguan tidur.
3. GERD
Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi ketika asam lambung naik dari perut ke kerongkongan. GERD sering menjadi penyebab sulit tidur karena menimbulkan rasa tidak nyaman, sensasi panas atau terbakar di dada (heartburn), serta sesak napas saat berbaring telentang.
Untuk mencegah keluhan GERD di malam hari, disarankan menghindari konsumsi makanan berat, berlemak, kopi, dan alkohol menjelang tidur. Selain itu, posisi tidur dengan kepala lebih tinggi serta penggunaan obat penekan asam lambung juga dapat membantu.
4. Hipertiroid
Hipertiroid atau kondisi kelenjar tiroid yang terlalu aktif dapat memicu gangguan tidur. Kelenjar tiroid yang bekerja berlebihan akan menstimulasi sistem saraf sehingga penderitanya mudah gelisah, jantung berdebar, dan berkeringat berlebihan di malam hari. Kombinasi gejala tersebut membuat tidur menjadi tidak nyaman.
5. Artritis dan Fibromyalgia
Artritis dan fibromyalgia merupakan gangguan pada otot dan tulang yang sering menimbulkan nyeri. Rasa sakit saat mengubah posisi tubuh di tempat tidur membuat penderita sulit memejamkan mata. Pada fibromyalgia, nyeri di ligamen dan tendon juga kerap menyebabkan penderita terbangun di malam hari dan sulit tidur kembali.
6. Diabetes
Kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penderita diabetes sering buang air kecil dan berkeringat berlebihan di malam hari. Kondisi ini membuat penderita harus bolak-balik ke kamar mandi, sehingga waktu dan kualitas tidur terganggu.
7. Gagal Jantung
Gagal jantung adalah kondisi ketika kemampuan jantung untuk memompa darah menurun secara bertahap. Akibatnya, cairan dapat menumpuk di paru-paru dan jaringan tubuh lainnya.
Penderita gagal jantung sering terbangun di malam hari akibat sesak napas. Pada pria, kondisi ini juga dapat memicu sleep apnea obstruktif, yang menyebabkan gangguan napas berulang saat tidur. Gangguan tersebut dapat memperburuk kualitas tidur, memicu kantuk di siang hari, dan memperparah kondisi gagal jantung.
8. Masalah Pernapasan
Perubahan ritme sirkadian pada otot-otot saluran napas dapat menyebabkan penyempitan saluran udara di malam hari. Kondisi ini meningkatkan risiko serangan asma nokturnal yang dapat membangunkan seseorang secara tiba-tiba.
Selain asma, penderita emfisema atau bronkitis juga kerap mengalami susah tidur akibat produksi dahak berlebih, batuk, dan sesak napas yang muncul saat berbaring.
Gangguan Medis Lainnya
Selain kondisi di atas, susah tidur juga dapat dipicu oleh berbagai gangguan medis lain, antara lain:
- Gangguan kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan mental lainnya
- Penyakit kronis, seperti kanker
- Nyeri kronis, termasuk radang sendi, fibromyalgia, atau kondisi nyeri lainnya
- Gangguan pencernaan, seperti nyeri ulu hati
- Fluktuasi hormon akibat menstruasi, menopause, gangguan tiroid, atau penyakit tertentu
- Gangguan saraf, seperti penyakit Alzheimer atau Parkinson
- Gangguan tidur lainnya, seperti sindrom kaki gelisah (Restless Legs Syndrome/RLS)
Cara Mengatasi Susah Tidur
Dilansir dari PYFA Health, salah satu cara mengatasi susah tidur adalah dengan menerapkan pola hidup sehat secara konsisten. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur:
1. Berolahraga secara rutin.
2. Membatasi asupan gula dengan mengurangi konsumsi makanan dan camilan manis.
3. Memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat, seperti sayuran dan buah-buahan.
4. Mengurangi konsumsi kafein, terutama pada sore dan malam hari.
5. Membatasi atau menghindari minuman beralkohol.
6. Membuat jadwal tidur yang teratur dan mematuhinya setiap hari.
7. Mengelola stres dengan baik.
8. Tidak merokok.
9. Menghentikan penggunaan smartphone setidaknya 30 menit sebelum tidur untuk menghindari gangguan kualitas tidur.
10. Menghindari kebiasaan tidur sepanjang hari saat libur karena dapat mengacaukan pola tidur.