Sayla Maliatul Marzuqoh saat bertemu Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Musta'in Ahmad, Jumat (17/5/2024). Foto: kemenag.go.id,
BOYOLALI, (ERAKINI) - Sayla Maliatul Marzuqoh, siswi lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Semarang, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk mengejar impian.
Meskipun berasal dari keluarga yang kekurangan, Sayla berhasil meraih beasiswa kuliah di Hongkong University of Science and Technology (HKUST), sebuah prestasi yang sangat membanggakan.
Sayla menjadi salah satu penerima beasiswa Indonesia Maju (BIM) Program Persiapan S1 Luar Negeri Angkatan III, yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek. Kabar keberhasilannya lolos program BIM ini datang pada 1 Mei 2024.
“Waktu kelas XI saya mendaftarkan diri sebagai penerima BIM untuk dibina dan dibimbing bersekolah di luar negeri. Dan Alhamdulillah, dari sekitar 1.200 siswa se-Indonesia, terpilih 160 siswa termasuk saya,” ujar Sayla dikutip dari kemenag.go.id, Sabtu (18/5/2024).
Raihan ini tentunya tidak serta merta direngkuh Sayla begitu saja. Sayla adalah siswa yang mandiri dan berprestasi, yang dengan tekad kuat sudah mulai berusaha mengejar cita-citanya sejak kelas X MAN 1 Kota Semarang.
Gadis berusia 14 tahun ini telah menorehkan banyak prestasi, termasuk meraih juara II dalam Asean Junior Robotic di Thailand pada 2021 dan menjadi finalis Myres Kementerian Agama RI 2022. Selain itu, Sayla juga berhasil meraih prestasi di beberapa olimpiade tingkat universitas dan swasta.
Sayla telah menyiapkan diri sejak kelas XI, dengan mendaftar sebagai calon penerima BIM untuk bersekolah di luar negeri. Keberhasilannya menjadi salah satu dari 160 siswa terpilih dari 1.200 siswa se-Indonesia adalah buah dari niat kuat dan kerja kerasnya.
Dalam perjuangannya, Sayla mengambil jurusan Environmental Management and Technology di HKUST, sesuai dengan minatnya dalam isu lingkungan. Essay yang dia susun sebagai proposal seleksi BIM mengupas kontribusi isu lingkungan untuk Indonesia, sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat bahasa Inggris bukanlah bahasa ibunya.
Namun, di balik kesuksesan itu, Sayla selalu menyebutkan peran penting restu dan dukungan dari orang tua, terutama dari ibunya, Sri Puji Utama, seorang single parent yang mengasuh Sayla sejak kecil.
Kepala MAN 1 Kota Semarang, Tasimin mengungkapkan, Sayla adalah siswi yang rajin dan gigih, baik di akademik maupun non akademik. “Semua kegiatan dia ikuti dan kita fasilitasi. Dan saya bangga, Sayla bisa mendapatkan beasiswa ke luar negeri,” kata Tasimin.
Saat ini, Sayla tengah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Hongkong pada Agustus 2024, untuk memulai babak baru dalam perjalanan akademisnya. Namun, masih ada yang mengganjal di hati Sayla
“Masihkah ada sesuatu yang mengganjal mau berangkat kuliah ke luar negeri,” tanya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad ketika bertemu Sayla Maliatul Marzuqoh, Jumat (17/5/2024).
Sayla pun mengaku hal terberat adalah meninggalkan sang Ibunda. “Mama saya sudah berusia 57 tahun. Memang usia tidak ada yang tahu. Tapi saya berharap mama berumur panjang hingga saya bisa menyelesaikan studi saya di Hongkong,” kata Sayla.
Sayla juga mengungkapkan keinginannya untuk bisa memberangkatkan ibunya ke tanah suci. “Saya pengen setelah empat tahun kuliah di Hongkong, pulang dan mengumrahkan mama,” ujar Sayla.
Terenyuh akan jawaban Sayla, Kakanwil pun lansung memberikan respons yang menggembirakan. “Kalau Sayla ingin mamanya umrah, akan Saya umrahkan. Setelah musim haji ini,” kata Kakanwil.
Sontak, Sayla pun menjawab mau. “Terima kasih Pak Kakanwil. Jadi nanti saya tinggal meng’haji’kan mama saya,” kata Sayla terharu.
Sebelum berangkat ke Hongkong, Kakanwil menyampaikan beberapa pesan kepada Sayla. Kakanwil mendukung sepenuhnya cita-cita Sayla dan mengejarnya dengan penuh semangat. Kendati demikian, Kakanwil mengingatkan Sayla untuk tidak melupakan identitas keIndonesiaan, keislaman, dan kemadrasahan.
“Karena banyak orang di tengah-tengah mengejar cita-cita dan kesuksesannya, mereka lupa asal-usulnya. Ibarat wong kere munggah bale,” tutur Kakanwil.
Menurut Kakanwil, kesuksesan yang sudah diperoleh Sayla bukan hanya untuk dirinya sendiri, namun harus bisa bermanfaat bagi bangsa dan negara. Terakhir, Kakanwil berpesan agar Sayla selalu menjaga salat, mengaji dan berdoa. Untuk itu, Kakanwil memberikan bekal seperangkat alat shalat dan Al-Qur’an.