Anggur Shine Muscat Sudah Dikembangkan di Jepang Sejak Tahun 1997
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) – Fakta mengejutkan baru-baru ini terungkap terkait Anggur Shine Muscat yang ternyata terkontaminasi bahan kimia berbahaya. Fakta ini terungkap usai dilakukan tes dari beberapa sampel oleh Thailand dan ditemukan residu pestisida yang melebihi batas legal.
Saat ini Dewan Konsumen Thailand (TTC) mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) untuk mengambil tindakan hukum terhadap importir anggur Shine Muscat tersebut menyusul hasil tes yang mengejutkan tersebut.
Sekretaris Jenderal TCC Saree Aongsomwang pada hari Minggu (27/10/2024) mengatakan bahwa FDA harus mengambil tindakan hukum terhadap importir yang membawa anggur tercemar yang sudah diimpor tetapi belum didistribusikan harus diperiksa secara menyeluruh, dan yang terkontaminasi dimusnahkan.
“Hanya sembilan sampel yang dapat diidentifikasi berasal dari Tiongkok, sedangkan 15 sampel sisanya tidak dapat diidentifikasi negara asalnya. Cukup mengejutkan ketika kami melihat 23 dari 24 sampel memiliki residu pestisida yang melebihi batas legal,” ujarnya dikutip dari Bangkok Post, Selasa (29/10/2024).
Satu sampel ditemukan mengandung klorpirifos, insektisida yang dilarang di Thailand, katanya. 22 sampel lainnya mengandung 14 residu kimia berbahaya yang berada di atas batas keamanan 0,01 mg/kg dan menghasilkan 50 , 22 di antaranya belum dinyatakan berdasarkan hukum Thailand, seperti triasulfuron, cyflumetofen, tetraconazole, dan fludioxonil.

















