Search

Kamu Sering Puasa tanpa Sahur di Bulan Ramadan? Apakah Berisiko bagi Kesehatan? Simak di Sini!

JAKARTA, (ERAKINI) - Banyak orang menganggap melewatkan sahur saat berpuasa di bulan Ramadan sebagai hal yang biasa. Padahal, kebiasaan ini tidak boleh dianggap remeh. Puasa tanpa sahur berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan jika dilakukan berulang kali.

Sahur bukan sekadar anjuran, melainkan momen penting untuk menyiapkan tubuh agar tetap bertenaga, menjaga keseimbangan kadar gula darah, serta mencegah berbagai keluhan selama menjalani puasa.

Sahur merupakan waktu makan sebelum terbit fajar yang dianjurkan ketika seseorang menjalankan ibadah puasa. Asupan makanan dan minuman pada waktu ini membantu tubuh menyimpan cadangan energi serta cairan yang cukup untuk menghadapi aktivitas sepanjang hari tanpa makan dan minum. Jika sahur dilewatkan, tubuh tidak memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk bertahan selama berjam-jam.

Akibatnya, tubuh lebih mudah mengalami kelelahan, rasa lemas, hingga kekurangan cairan. Meski sebagian orang merasa tetap mampu menjalani puasa tanpa sahur, dampak negatifnya bisa muncul secara perlahan, terlebih jika kebiasaan tersebut sering dilakukan.

Karena itu, memahami risiko puasa tanpa sahur sangat penting. Dengan mengetahui dampaknya, Anda dapat lebih berhati-hati dan menjaga kondisi tubuh selama menjalankan puasa.

Berikut sejumlah efek yang dapat muncul jika puasa dilakukan tanpa sahur, dirangkum Erakini, Selasa (10/3/2026)!

1. Tubuh Cepat Lelah dan Kehilangan Energi
Tidak adanya asupan makanan sejak pagi membuat tubuh kekurangan cadangan energi. Akibatnya, rasa lemas, kantuk, dan sulit fokus dapat muncul lebih cepat, terutama ketika aktivitas pada pagi hingga siang hari cukup padat.

2. Risiko Pingsan Meningkat
Tanpa sahur, kadar gula darah cenderung menurun lebih cepat. Kondisi ini dapat memicu gejala seperti pusing, pandangan berkunang-kunang, keringat dingin, hingga kehilangan kesadaran. Risiko ini meningkat saat seseorang berdiri terlalu lama, melakukan aktivitas berat, atau berada di lingkungan yang panas.

3. Tubuh Lebih Rentan Mengalami Dehidrasi
Tidak minum saat sahur membuat tubuh lebih mudah kekurangan cairan. Hal ini terutama terjadi jika puasa dijalani saat cuaca panas atau ketika melakukan aktivitas fisik yang cukup berat. Dampaknya bisa berupa tubuh lemah, mulut kering, pusing, hingga sulit berkonsentrasi.

4. Konsentrasi Menurun
Sahur membantu menjaga kinerja otak agar tetap optimal. Jika waktu makan ini dilewatkan, kemampuan berpikir dapat menurun sehingga produktivitas kerja maupun belajar menjadi kurang maksimal.

5. Kadar Gula Darah Turun Drastis
Tanpa asupan makanan di awal hari, gula darah dalam tubuh lebih cepat menurun selama berpuasa. Kondisi ini bisa memicu gejala gemetar, lemah, pusing, bahkan mual jika aktivitas harian tetap tinggi.

6. Gangguan pada Lambung
Perut yang kosong terlalu lama dapat memicu peningkatan produksi asam lambung. Akibatnya, keluhan maag seperti nyeri ulu hati, kembung, dan rasa tidak nyaman di perut dapat muncul atau semakin parah.

7. Daya Tahan Tubuh Melemah
Jika puasa tanpa sahur dilakukan terus-menerus, tubuh dapat kekurangan nutrisi penting. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga seseorang lebih mudah terserang penyakit.

Apakah Puasa Tanpa Sahur Aman?
Pada dasarnya, orang yang sehat masih dapat menjalani puasa tanpa sahur sesekali. Namun biasanya tubuh akan terasa lebih lemah, cepat lapar, dan kurang bertenaga. Risiko kesehatan akan meningkat jika kebiasaan ini dilakukan berkali-kali. Beberapa masalah yang dapat muncul antara lain dehidrasi, kelelahan berlebih, gangguan konsentrasi, hingga masalah pada lambung.

Kondisi ini juga lebih berbahaya bagi kelompok tertentu, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil atau menyusui, serta penderita penyakit kronis seperti diabetes, gangguan lambung berat, atau tekanan darah rendah.

Apabila saat berpuasa tanpa sahur Anda mengalami keluhan seperti pusing hebat, tubuh sangat lemas, jantung berdebar, atau muntah, sebaiknya pertimbangkan untuk membatalkan puasa. Langkah ini penting agar kondisi kesehatan tidak semakin memburuk. Setelah itu, berkonsultasilah dengan dokter untuk mengetahui penyebab keluhan yang dialami.

Tips Aman Berpuasa Jika Sahur Terlewat
Agar puasa tetap berjalan dengan baik meskipun sesekali tidak sempat sahur, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

- Hindari kebiasaan begadang dan usahakan tidur lebih awal agar lebih mudah bangun untuk sahur.

- Siapkan menu sahur yang praktis tetapi tetap bernutrisi, misalnya roti gandum dengan telur dan sayuran atau salad sayur dengan potongan dada ayam.

- Penuhi kebutuhan cairan sejak waktu berbuka hingga sebelum tidur, minimal sekitar delapan gelas per hari agar tubuh tetap terhidrasi.

- Jangan memaksakan diri berpuasa jika kondisi tubuh sedang tidak sehat.

Kesimpulannya, sahur memiliki peran penting dalam menjaga stamina dan kesehatan selama menjalankan puasa. Melewatkan waktu makan ini dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan, mulai dari tubuh lemas, dehidrasi, penurunan konsentrasi, hingga memperburuk masalah kesehatan tertentu.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan menjadikan kebiasaan tidak sahur sebagai hal yang biasa. Memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan saat sahur akan membantu tubuh tetap kuat, sehat, dan mampu menjalani puasa dengan optimal.