Profil Masjid Baitul Muttaqin, Tempat Ibadah Ikonik di Kalimantan Timur
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Indonesia memiliki beragam tempat ibadah dengan arsitektur yang khas dan sarat makna. Salah satunya adalah Masjid Baitul Muttaqin atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Islamic Center Samarinda, Kalimantan Timur.
Masjid yang berdiri megah di tepi Sungai Mahakam ini menjadi salah satu ikon Kota Samarinda. Keberadaannya mudah dikenali oleh masyarakat maupun wisatawan yang melintasi kawasan sungai tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber, Minggu (2/8/2026), Masjid Baitul Muttaqin dikenal sebagai salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara. Bangunan ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi yang banyak dikunjungi.
Keunikan masjid ini terletak pada perpaduan desain arsitekturnya. Gaya arsitektur Turki, Eropa, Timur Tengah, dan Indonesia berpadu dalam satu bangunan yang megah. Kubah utamanya disebut terinspirasi dari Hagia Sophia di Turki, sementara bentuk menaranya mengingatkan pada menara Masjid Nabawi di Madinah.
Masjid Baitul Muttaqin memiliki menara utama setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna atau 99 nama Allah. Selain itu, terdapat enam menara pendamping yang melambangkan enam rukun iman. Pada bagian gerbang, sentuhan arsitektur Eropa klasik tampak melalui desain pilar dan struktur bangunan yang menjulang tinggi.
Saat memasuki area masjid, pengunjung akan melewati 33 anak tangga yang melambangkan jumlah biji tasbih. Filosofi tersebut diharapkan dapat mengingatkan jamaah untuk berdzikir ketika menaiki tangga menuju ruang utama masjid.

















