Masjid Agung Banten, Ikon Sejarah dan Wisata Halal di Banten Lama
Abdul Rahman Ahdori
SERANG, (ERAKINI) - Masjid Agung Banten di kawasan Banten Lama, Kota Serang, menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia yang menyimpan nilai sejarah tinggi sekaligus destinasi wisata halal populer. Dibangun pada 1556 oleh Sultan Maulana Hasanuddin, masjid ini merupakan saksi kejayaan Kesultanan Banten pada abad ke-16.
Dilansir dari berbagai sumber pada Minggu (21/9/2025), setiap hari, ribuan peziarah dan wisatawan dari Banten, Jawa Barat, hingga berbagai daerah di Pulau Jawa memadati kompleks masjid.
Keunikan arsitekturnya menjadi daya tarik utama. Masjid bergaya Jawa Kuno ini memadukan sentuhan budaya Eropa, Arab, Tiongkok, Mughal, dan Belanda. Menara setinggi 24 meter yang menyerupai mercusuar, dirancang oleh arsitek Tionghoa Cek-ban-cut pada 1632, menjadi ikon paling mudah dikenali.
Perpaduan budaya dalam bangunan ini menunjukkan Banten sebagai pusat perdagangan internasional pada masanya. Kompleks masjid juga menyimpan makam para sultan Banten beserta keluarganya, seperti Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Maulana Muhammad.
Area pemakaman ini kerap menjadi tujuan ziarah, terutama pada momen-momen keagamaan. Sejak berdiri, Masjid Agung Banten telah mengalami beberapa kali pemugaran.
Catatan sejarah menyebutkan setidaknya delapan kali perbaikan besar dilakukan, mulai dari penggantian tiang kayu rapuh pada 1930 hingga pemugaran serambi utara dan cungkup makam Sultan Hasanuddin dengan marmer pada 1987. Pemerintah, lembaga, dan masyarakat sekitar turut berperan menjaga kelestarian masjid ini.
















