Sepuluh Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban
Abdul Rahman Ahdori
Malam Nisfu Sya’ban yang jatuh pada Sabtu (24/2/2024) adalah waktu yang sangat mulia dan istimewa dalam agama Islam. Nisfu Sya’ban berarti pertengahan atau hari ke-15 bulan Sya’ban. Beberapa kemuliaan di malam nisfu Sya’ban antara lain Allah akan mengampuni dosa orang yang meminta ampunan, mengasihi orang yang minta kasih, menjawab do’a orang yang meminta, melapangkan penderitaan orang susah, dan membebaskan sekelompok orang dari neraka. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki.
Pernyataan Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki merujuk kepada hadist nabi Muhammad saw, sebagai berikut: “Adakah orang yang memohon ampun maka aku ampuni. Adakah orang yang meminta sesuatu maka aku berikan permintaannya” (HR al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman). Dengan demikian, bagi setiap umat Islam, apabila ada yang memohon ampunan dan meminta sesuatu di malam Nisfu Sya’ban, akan diampuni dan dikabulkan hajatnya tersebut.
Seperti dikutip erakini dari NU Online, Al-Hafiz al-Muhaddits Syekh Salim as-Sanhuri menjelaskan, ada 10 nama agung yang disematkan kepada malam Nisfu Sya’ban, yaitu Mubarokah, Qismah Wa at Taqdir, At-Takfir, al-Ijabah, hari raya malaikat, malam syafaat, al-hayat, al-‘Itqu, al Baraah, dan al-Jaizah. Nama-nama tersebut mencerminkan dari keutamaan-keutamaan di malam Nisfu Sya’ban. Adapun penjelasan dari nama-nama tersebut, sebagai berikut:
1). Malam yang diberkahi atau Mubarakah
Pada malam pertengahan bulan Sya’ban, Allah memerintahkan para malaikat untuk turun ke langit dunia dan menebar kebaikan pada manusia. Pada malam itu, jarak antara manusia dengan para malaikat sangat dekat. Kedekatan itu menjadi keberkahan tersendiri yang hanya diberikan kepada umat Nabi Muhammad.
2). Malam Pembagian Takdir atau Qismah wa at-Takdir
Pada malam ini para malaikat turun untuk membagi keberkahan dan kebaikan serta untuk menentukan takdir kepada semua manusia, mulai dari rezeki, jodoh, mulia, hina, pangkat, dan yang lainnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Atha’ bin Yasar, Rasulullah saw bersabda
إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ دُفِعَ إِلَى مَلَكِ الْمَوْتِ صَحِيْفَةً فَيُقَالُ اِقْبِضْ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَنْ فِي هَذِهِ الصَّحِيْفَةِ فَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَغْرَسَ الغُرَّاسَ وَيُنْكِحَ الْأَزْوَاجَ وَيَبْنِي الْبُنْيَانَ وَإِنَّ اسْمَهُ فِي تِلْكَ الصَّحِيْفَةِ وَهُوَ لَا يَدْرِيْ


















