Kisah Nabi Yunus Ditelan Ikan Besar di Bulan Muharram
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Kisah Nabi Yunus a.s menjadi salah satu pelajaran penting dalam sejarah kenabian, terutama tentang kesabaran, keikhlasan, dan pengakuan atas ketentuan Allah. Dikisahkan bahwa peristiwa ini terjadi di bulan Muharram.
Dilansir dari NU Online pada Jumat (11/7/2025), setelah menyampaikan peringatan akan datangnya azab kepada kaumnya, Nabi Yunus a.s meninggalkan mereka tanpa izin dari Allah.
Tindakan ini dijelaskan dalam firman-Nya:
إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ
Artinya: (ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan,” (QS Ash-Shaffat [37]: 140).
Di pantai, Nabi Yunus a.s menaiki kapal bersama sekelompok orang. Namun, kapal itu mendadak tidak bisa bergerak, berbeda dengan kapal lainnya.
Nabi Yunus pun menyadari bahwa kehadirannya menjadi sebab utama kapal itu berhenti. Ia menawarkan undian untuk menentukan siapa yang harus dilempar ke laut, dan nama beliau keluar tiga kali berturut-turut.
Sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an:
"فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ
Kemudian Yunus ikut undian dan dia termasuk orang-orang yang kalah,” (QS Ash-Shaffat [37]: 141).
Dengan penuh keikhlasan, Nabi Yunus ‘alaihissalam pun melemparkan dirinya ke laut, lalu ditelan oleh seekor ikan besar. Firman Allah:
فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ


















