JAKARTA, (ERAKINI) - Umat Islam di seluruh dunia tengah mengisi bulan Syaban 1447 H dengan berbagai kegiatan positif, salah satunya adalah berpuasa selama 3 hari. Anjuran puasa di bulan Sya‘ban dijelaskan oleh Syekh Nawawi Banten dalam salah satu keterangannya terkait bulan-bulan yang dimuliakan dalam Islam.
والعاشر صوم أيام الأشهر الحرم وهي أربعة المحرم ورجب وذو القعدة وذو الحجة. وأفضل الشهور رمضان ثم المحرم ثم رجب ثم ذو الحجة ثم وذو القعدة ثم شعبان. وظاهر كلامهم أن باقي شهور السنة على حد سواء
Artinya, “Kesepuluh puasa pada bulan-bulan terhormat, yaitu empat bulan: Muharram, Rajab, Dzulqa‘dah, dan Dzulhijjah. Bulan paling utama adalah Ramadhan, kemudian Muharram, lalu Rajab, selanjutnya Dzulhijjah, kemudian Dzulqa‘dah, lalu Sya‘ban.
Ucapan mereka dilihat secara zahir mengatakan bahwa pada bulan selain yang disebutkan kesunahannya sama.”
Dengan memahami keutamaan tersebut, umat Islam dianjurkan memanfaatkan bulan Sya‘ban untuk memperbanyak ibadah, termasuk puasa sunah, sebagai persiapan spiritual menyambut bulan suci Ramadhan.
Secara umum puasa Syaban sama dengan puasa pada umumnya. Demikian pula dengan bacaan ketika membatalkan puasa dengan puasa-puasa lainnya.
Berikut doanya:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Artinya: Ya Allah, hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka.
Melalui pelaksanaan puasa Syaban, para ulama mengingatkan agar umat Islam tetap melandasi pelaksanaan puasa sunnah dengan niat yang ikhlas serta mengikuti tuntunan syariat, seraya memperbanyak amal saleh lainnya selama bulan Syaban.