Umat Islam di Indonesia bersiap untuk mudik ke kampung halamannya masing-masing. Tradisi mudik bagi masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi tanda bahwa Ramadhan akan berakhir, tetapi melepas kerinduan yang lama terpendam kepada orang-orang terkasih.
Mudik berarti seseorang bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Singkatnya, mudik adalah perjalanan seseorang yang ditempuh dengan berbagai alat transportasi, baik umum seperti bus, kereta, kapal dan pesawat, maupun pribadi yakni motor, mobil dan jet pribadi.
Islam sendiri mengajarkan agar senantiasa berdoa bagi setiap Muslim yang akan menempuh perjalanan. Doa ini dipanjatkan kepada Allah swt dengan harapan tidak menemukan kesulitan yang berarti.
Dikutip dari NU Online, berikut ini adalah doa kemudahan perjalanan yang berasal dari Nabi Muhammad saw yang dapat dibaca ketika menempuh perjalanan, sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ بِكَ أَسْتَعِيْنُ، وَعَلَيْكَ أَتَوَكَّلُ، اَللَّهُمَّ ذَلِّلْ لِي صُعُوْبَةَ أَمْرِيْ، وَسَهِّلْ عَلَيَّ مَشَقَّةَ سَفَرِيْ، وَارْزُقْنِيْ مِنَ الخَيْرِ أَكْثَرَ مِمَّا أَطْلُبُ، وَاصْرِفْ عَنِّي كُلَّ شَرٍّ، رَبِّ اشْرَحْ لِيِ صَدْرِيْ، وَيَسِّرْ لِيْ أَمْرِيْ
Allāhumma bika asta‘īnu, wa ‘alaika atawakkalu. Allāhumma żallil lī ṣu‘ūbata amrī, wa sahhil ‘alayya masyaqqata safarī, warzuqnī minal khairi mim mā aṭlubu, waṣrif ‘annī kulla ṣyarr, rabbiṣraḥlī ṣadrī wa yassir lī amrī.
Artinya: “Ya Allah, kepada-Mu aku memohon pertolongan dan kepada-Mu aku berpasrah. Ya Allah, ringankan kesulitan pada urusanku, mudahkanlah kendala perjalananku, karuniakanlah kebaikan bagiku melebihi apa yang kuminta, palingkanlah segala keburukan dariku. Tuhanku, lapangkanlah hatiku dan mudahkanlah urusanku.”
Doa ini sebaiknya dibaca, sebab doa orang yang akan bepergian atau ada dalam perjalanan termasuk mustajab. Berikut penjelasannya:
روينا في كتب أبي داود والترمذي وابن ماجه عن أبي هريرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاث دعوات مستجابات لا شك فيهن دعوة المظلوم، ودعوة المسافر، ودعوة الوالد على ولده
Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga doa mustajabah yang tidak disangsikan lagi: doa orang teraniaya, doa orang beperjalanan, dan doa orang tua untuk anaknya,” (HR Abu Dawud, At-Tirmiżi, dan Ibnu Majah
Dalam konteks saat ini, mudik yang akan dilakukan oleh umat Islam dari tempat rantauan ke kampung halaman merupakan bagian dari perjalanan. Karena itu doa di atas sangat relevan disebut sebagai doa diberi kemudahan saat mudik lebaran.