Penjelasan Imam Nawawi tentang 3 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI) - Dalam Islam, kematian menjadi batas berakhirnya kesempatan manusia untuk beramal secara langsung. Meski demikian, terdapat sejumlah amalan yang pahalanya tetap mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.
Hal tersebut dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, Imam at-Tirmidzi, Imam Abu Dawud, Imam an-Nasa’i, dan Imam Ibnu Hibban dari Abu Hurairah RA tersebut berbunyi:
ذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Artinya: “Ketika seorang manusia meninggal dunia, amalannya terputus kecuali tiga hal, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
Penjelasan Imam Nawawi
Dalam kitab Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa amal manusia pada dasarnya terputus ketika ia meninggal dunia. Namun, tiga amalan yang disebutkan dalam hadis tersebut tetap menghasilkan pahala karena orang yang telah meninggal merupakan penyebab hadirnya manfaat dari amalan-amalan itu.
Ketiga amalan tersebut telah dilakukan semasa hidup, tetapi manfaatnya masih dapat dirasakan oleh orang lain setelah pelakunya meninggal dunia. Karena itu, pahala kebaikannya tetap mengalir selama manfaat tersebut masih ada.
Berikut penjelasan mengenai tiga amalan yang pahalanya terus mengalir setelah seseorang meninggal dunia.
1. Sedekah jariyah
Sedekah jariyah merupakan pemberian yang manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh orang lain. Bentuknya beragam, mulai dari mewakafkan tanah, membantu pembangunan masjid, menyumbangkan buku untuk perpustakaan, membangun lembaga pendidikan, hingga menyediakan sumur bagi masyarakat.
Selain itu, mencetak dan menyebarluaskan buku yang bermanfaat bagi banyak orang juga dapat menjadi bentuk sedekah jariyah.
Pahala dari amalan ini terus mengalir selama manfaatnya masih dirasakan. Oleh karena itu, sedekah jariyah tidak hanya berkaitan dengan jumlah harta yang diberikan, tetapi juga manfaat yang dihasilkan bagi orang lain.
Keikhlasan menjadi hal penting dalam bersedekah. Amalan tersebut hendaknya dilakukan untuk mencari rida Allah SWT, bukan demi memperoleh pujian atau pengakuan dari manusia.
2. Ilmu yang bermanfaat
Amalan kedua adalah ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Ilmu tersebut dapat disampaikan melalui kegiatan mengajar, memberikan keterampilan, menulis buku, menerbitkan artikel ilmiah, maupun berbagai cara lain yang membantu orang lain memperoleh pengetahuan.
Selama ilmu yang diajarkan tetap dipelajari dan diamalkan untuk kebaikan, orang yang menyampaikannya berpeluang memperoleh pahala meskipun telah meninggal dunia.
Ilmu yang bermanfaat juga mencakup upaya mengajak orang lain menuju jalan kebaikan, seperti mendorong mereka untuk beribadah, menuntut ilmu, mencintai Al Quran, dan meneladani Rasulullah SAW.
Hal ini sejalan dengan hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW bersabda:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا
Artinya: “Sesungguhnya Rasul Allah SAW bersabda: ‘Barangsiapa yang menyeru kepada petunjuk (kebajikan), maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala-pahala orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka dia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikitpun.’”
3. Anak saleh yang mendoakan orangtuanya
Amalan ketiga adalah doa anak saleh untuk kedua orangtuanya. Anak saleh merupakan anak yang tumbuh dengan pendidikan dan bimbingan yang baik sehingga mengenal ajaran agama, taat kepada Allah SWT, serta berusaha memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.
Doa yang dipanjatkan dengan tulus oleh seorang anak untuk orangtuanya menjadi salah satu amalan yang disebutkan dalam hadis tersebut sebagai sebab berlanjutnya pahala setelah kematian.
Hal ini sekaligus menegaskan pentingnya peran orangtua dalam mendidik anak sejak dini. Penanaman akidah, pembiasaan beribadah, serta pengenalan terhadap Al Quran dan ajaran Islam merupakan bagian dari upaya membentuk generasi yang saleh dan salehah.
Pendidikan anak tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan agama, tetapi juga pembentukan akhlak dan kebiasaan melakukan kebaikan. Dengan demikian, orangtua memiliki peran penting dalam membimbing anak agar tumbuh menjadi pribadi yang taat dan bertanggung jawab.
Kesalehan orangtua juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan tersebut. Keteladanan dalam beribadah, bersikap, dan menjalani kehidupan sehari-hari dapat membantu membentuk karakter anak.


















